bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) telah memberikan tekanan finansial yang signifikan bagi sejumlah distrik sekolah umum di Amerika Serikat, memaksa mereka mencari cara untuk menutupi lonjakan biaya operasional bus sekolah. Beberapa distrik melaporkan peningkatan pengeluaran bahan bakar hingga ratusan ribu dolar Amerika Serikat per bulan.
Milwaukee Public Schools, misalnya, mencatat pengeluaran tambahan sebesar $148.000 pada bulan Maret saja akibat krisis bahan bakar. Angka ini melonjak menjadi $250.000 per bulan untuk bulan April dan Mei. Meskipun distrik Milwaukee melayani area yang relatif luas dan tidak sepenuhnya bergantung pada bus diesel, melainkan juga mendorong penggunaan transportasi umum lokal dan kendaraan alternatif, biaya tambahan tersebut tetap dianggap memberatkan.
Untuk mengatasi sebagian dari biaya bahan bakar ekstra ini, Distrik Milwaukee sedang mengevaluasi ulang penggunaan bus mereka dan berencana untuk menambah armada kendaraan listrik pada musim panas mendatang. Namun, tidak semua distrik memiliki opsi serupa.
Beberapa distrik berhasil melewati masa sulit ini karena anggaran tahunan mereka biasanya sudah memperhitungkan perkiraan harga bahan bakar yang lebih tinggi untuk mengantisipasi fluktuasi pasar. Namun, lonjakan harga yang terjadi dalam tiga bulan terakhir melampaui perkiraan tersebut.
Di Florida, Marion County Public Schools memperkirakan biaya bahan bakar akan menambah pengeluaran distrik sebesar $750.000 hingga $1 juta tahun ini. Di Orange County yang berdekatan, distrik tersebut dilaporkan sedang memantau dan meminimalkan waktu mesin kendaraan menyala tanpa tujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.
Eksekutif Yakima School District di Washington menyatakan kepada Reuters bahwa kenaikan harga diesel sebesar 64 persen telah menambah biaya operasional 60 bus sekolah mereka lebih dari $213.000 per tahun. Di sisi lain, Thief River Falls Public School District di Minnesota, meskipun berhasil mengelola kenaikan 30 persen, superintendent Christopher Mills memperingatkan bahwa jika harga terus meningkat, mereka mungkin terpaksa mengurangi layanan pendukung bagi siswa.
Sebuah survei yang dibagikan kepada Reuters oleh School Superintendents Association menunjukkan bahwa sepertiga sekolah di AS terpaksa mengalihkan dana dari program lain untuk menutupi biaya bahan bakar tambahan, sementara seperlima sekolah lainnya terpaksa menggunakan cadangan keuangan mereka yang terbatas. Bagi distrik yang sudah kekurangan dana, tambahan biaya ribuan dolar untuk bahan bakar ini berpotensi mengorbankan kualitas pendidikan dan masa depan siswa.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.