bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 10:21 WIB

Kepastian Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Dongkrak Penguatan Pasar Keuangan Domestik

Redaksi 12 Juni 2026 10 views
Kepastian Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Dongkrak Penguatan Pasar Keuangan Domestik
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Menurut laporan dari ekonomi.republika.co.id, kepastian mengenai posisi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dinilai berkontribusi pada penguatan pasar keuangan di dalam negeri. Stabilitas dalam sektor fiskal dianggap krusial untuk mempertahankan kepercayaan investor, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Esther Sri Astuti, pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, menyatakan bahwa kelanjutan kepemimpinan di Kementerian Keuangan memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar karena mampu meminimalkan ketidakpastian terkait arah kebijakan pemerintah. "Stabilitas di level kementerian memberi sinyal positif bagi investor karena mengurangi ketidakpastian kebijakan jangka pendek," ujar Esther pada Jumat (12/6/2026).

Dampak positif ini terlihat dari kinerja pasar keuangan domestik yang mengalami penguatan pada akhir perdagangan, Jumat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup naik 2,07 persen ke angka 6.007,65, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 21,60 triliun. Sebanyak 615 saham tercatat menguat, 108 melemah, dan 93 stagnan.

Penguatan juga dirasakan oleh nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda ditutup pada level Rp 17.860 per dolar Amerika Serikat (AS), menunjukkan penguatan sebesar 128 poin atau 0,71 persen dari posisi pembukaan.

Esther menambahkan bahwa penegasan posisi Menkeu Purbaya memberikan kepastian mengenai arah kebijakan fiskal nasional, yang menjadi salah satu faktor pendorong investor untuk kembali menempatkan dananya di pasar domestik.

Meskipun demikian, Esther mengingatkan bahwa penguatan rupiah dan IHSG tidak dapat hanya ditopang oleh sentimen jangka pendek. Pemerintah perlu memastikan terpenuhinya sejumlah faktor fundamental guna menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang.

Ia menguraikan tujuh faktor utama yang menjadi pertimbangan investor global dalam berinvestasi di Indonesia, yaitu kepastian hukum berusaha, prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan, ketersediaan bahan baku yang memadai, ekosistem usaha yang mendukung, integrasi dengan rantai pasok global, ketersediaan infrastruktur dasar seperti energi, listrik, dan air, serta harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah.

"Jika faktor-faktor tersebut dapat dipenuhi, maka arus modal asing akan lebih mudah masuk ke Indonesia dan mendukung penguatan nilai tukar rupiah maupun pasar modal dalam jangka panjang," pungkas Esther.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.