bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 16:37 WIB

Kementerian Pendidikan Tinggi dan Pertamina Jajaki Kolaborasi Penguatan SDM Energi Terbarukan

Redaksi 04 Juli 2026 1 views
Kementerian Pendidikan Tinggi dan Pertamina Jajaki Kolaborasi Penguatan SDM Energi Terbarukan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: en.antaranews.com)

bytedaily - Melansir laporan dari en.antaranews.com, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menjajaki potensi kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung transisi energi, khususnya pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa penguatan SDM sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam program-program energi, termasuk program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt (GW).

Menurut Yuliarto, percepatan pengurangan impor bahan bakar, terutama untuk pembangkit listrik tenaga diesel yang masih bergantung pada solar, menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Seiring dengan kebijakan elektrifikasi, permintaan terhadap PLTS diprediksi akan terus meningkat.

Ia menambahkan bahwa pengembangan EBT diharapkan memberikan manfaat maksimal bagi Indonesia, baik dalam penguatan ketahanan energi maupun peningkatan kapasitas industri nasional serta penyerapan tenaga kerja.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bertugas menyiapkan berbagai kajian yang akan menjadi rekomendasi bagi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), Dana Investasi Pemerintah (DIP) Indonesia, dan pemangku kepentingan terkait lainnya. Masukan dari kajian ilmiah tersebut akan diserahkan, sementara implementasi program tetap menjadi kewenangan kementerian terkait.

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, memaparkan sejumlah inisiatif perusahaan dalam mendukung transisi energi. Inisiatif tersebut meliputi pengembangan PLTS di bawah Program Pengurangan Dieselisasi, pengembangan energi panas bumi, serta persiapan pendidikan vokasi untuk memperkuat tenaga kerja di sektor energi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media en.antaranews.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.