bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, sebuah kereta eksperimental buatan China berhasil mencetak rekor dunia baru dalam hal akselerasi jarak pendek. Kendaraan super cepat ini dilaporkan mampu berakselerasi dari kondisi diam hingga mencapai kecepatan 800 kilometer per jam hanya dalam waktu 5,3 detik.
Kecepatan yang dicapai oleh kereta ini disebut hampir setara dengan kecepatan jelajah pesawat komersial. Secara teori, kereta ini memiliki potensi untuk melintasi Amerika Serikat dari New York ke Los Angeles dalam waktu sekitar 5 jam.
Menurut laporan IFL Science, uji coba ini dilaksanakan di lintasan tes sepanjang 1 kilometer yang berlokasi di Laboratorium Kereta Api Cepat East Lake, Provinsi Hubei, China. Ini menandai pencapaian ketiga kalinya Laboratorium East Lake berhasil memecahkan rekor dunia di lintasan uji tersebut.
Sebelumnya, pihak laboratorium telah menyatakan niat mereka untuk mengembangkan kereta levitasi magnetik atau maglev yang ditargetkan mampu mencapai kecepatan hingga 1.000 kilometer per jam.
Sistem kereta supercepat ini, sebagaimana umumnya teknologi maglev, menggunakan prinsip pengambangan magnetik agar kereta dapat melayang di atas rel tanpa menyentuh. Mekanisme ini menghilangkan gesekan mekanis, sehingga memungkinkan perjalanan yang lebih lancar dan cepat.
Lintasan kereta dilapisi dengan elektromagnet yang kutub magnetnya dapat diubah sesuai dengan arus listrik yang mengalir. Arus pada kutub magnet di bagian depan gerbong diatur untuk menarik kereta, sementara saat kereta bergerak melintas, arus dibalik sehingga kutub di belakang kereta menghasilkan gaya tolak. Kombinasi gaya tarik dari depan dan gaya dorong dari belakang ini secara terus menerus menggerakkan kereta layaknya gelombang. Dengan mengendalikan kecepatan perubahan kutub elektromagnetik, dorongan pada kereta dapat diatur secara presisi.
Para pakar dari China tidak hanya membuktikan kemampuan kereta ini dalam mencapai kecepatan ekstrem, tetapi juga kemampuannya untuk dihentikan secara terkendali melalui sistem pengereman yang terintegrasi. Setelah mencapai kecepatan 800 kilometer per jam, kereta tersebut dilaporkan dapat berhenti dengan halus dan bertahap dalam jarak sekitar 200 meter.
The Independent melaporkan bahwa peneliti di Universitas Teknologi Pertahanan Nasional China juga tengah menguji coba kereta maglev berkecepatan super tinggi lainnya. Dalam salah satu pengujian mereka, tercatat akselerasi hingga 697 kilometer per jam hanya dalam waktu dua detik.
Meskipun teknologi ini belum ditujukan untuk transportasi penumpang dalam waktu dekat, para peneliti berharap prinsip pengembangannya dapat diaplikasikan pada sistem peluncuran roket dan pesawat tempur di masa depan.
Ilmuwan China juga sedang mengembangkan teknologi maglev serupa yang dirancang untuk beroperasi dalam kondisi tabung bertekanan rendah atau ruang hampa udara.
Namun, pengembangan teknologi ini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan signifikan, termasuk biaya infrastruktur yang tinggi, aspek keselamatan penumpang, serta kebutuhan pembangunan jalur rel presisi tinggi untuk jarak jauh.