bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, menyatakan keberatan atas keputusan wasit yang menganulir gol Jonathan Tah ketika tim nasional Jerman menghadapi Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Boston, Amerika Serikat, pada Selasa (30/6) pagi WIB, berakhir dengan kekalahan Jerman melalui adu penalti 3-4 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Kontroversi muncul pada babak pertama perpanjangan waktu ketika gol sundulan Tah dibatalkan. Wasit Jalal Jayed menilai pemain Jerman, Waldemar Anton, melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill.
Klopp menyuarakan kemarahannya terhadap keputusan tersebut dengan membandingkannya dengan skenario Arsenal di Premier League musim lalu. Ia berargumen bahwa jika gol Tah dianggap ilegal, maka Arsenal seharusnya tidak bisa menjadi juara Premier League Inggris, mengingat sebagian besar gol mereka dicetak melalui bola-bola mati, terutama dari sepak pojok yang sering kali memanfaatkan posisi kiper.
"Jika gol [Tah] itu ilegal, maka Arsenal tidak akan menjadi juara Inggris. Mereka mencetak 60% gol mereka dengan cara itu. Kami memenangkan pertandingan ketika bola masuk [ke gawang]. Jadi, tentu saja, ini [keputusan] brutal," ujar Klopp mengutip ESPN.
Pelatih timnas Jerman, Julian Nagelsmann, turut mengungkapkan kekecewaannya atas dianulirnya gol Tah, menyebut keputusan wasit sebagai hal yang 'konyol'. Meski demikian, Nagelsmann mengakui bahwa performa timnya belum memadai.
"Sungguh konyol gol kami dianulir, tetapi pada akhirnya harus diakui bahwa performa kami memang belum cukup," kata Nagelsmann mengutip One Football. Ia menambahkan, "Saya sangat kecewa karena saya merasa kami memiliki tim yang sangat solid, dan kesan yang didapat dari sesi latihan pun selalu bagus. Tidak ada pemain yang sengaja tampil buruk."