bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan kecepatan internet seluler di Indonesia hingga mencapai 100 Mbps pada tahun 2029, bertepatan dengan akhir masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, target ini dapat direalisasikan melalui optimalisasi penggunaan pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Komitmen ini menjadi bagian penting dari kewajiban yang harus dipenuhi oleh para operator telekomunikasi yang berhasil memenangkan seleksi pita frekuensi tersebut, yaitu Telkomsel, Indosat Ooredo Hutchinson, dan XL Axiata.
Meutya Hafid menjelaskan bahwa salah satu kewajiban pemenang lelang frekuensi adalah mempercepat pembangunan jaringan 5G hingga mencakup setidaknya 51 persen populasi nasional dalam kurun waktu lima tahun. "Dengan target kecepatan mobile broadband kita diharapkan dapat melompat secara bertahap ke 100 Mbps pada tahun 2029," ujarnya.
Lebih lanjut, para pemenang lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz juga diwajibkan untuk membangun infrastruktur 4G berkualitas yang menjangkau 538 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mengatasi masalah blank spot atau area tanpa sinyal yang memadai di berbagai wilayah.
Pemerintah memproyeksikan perluasan jaringan telekomunikasi ini akan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap berbagai layanan penting, termasuk pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan digital, serta mendukung aktivitas ekonomi di daerah.
Meutya Hafid menambahkan bahwa konektivitas yang lebih baik akan mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan digital, dan membuka peluang ekonomi baru. Infrastruktur digital ini juga diharapkan dapat mendukung program-program prioritas pemerintah, seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih.
Komdigi berkomitmen untuk terus memantau pelaksanaan seluruh komitmen operator demi memastikan target peningkatan kualitas internet nasional tercapai sesuai jadwal. Selain itu, pemerintah akan melanjutkan agenda penataan spektrum frekuensi nasional. Setelah pemanfaatan pita frekuensi 1,4 GHz pada 2025 dan selesainya seleksi 700 MHz serta 2,6 GHz pada Juli 2026, Komdigi akan mempersiapkan pemanfaatan pita frekuensi 900 MHz yang ditargetkan dimulai tahun ini. Sementara itu, kajian mengenai pemanfaatan pita 3,5 GHz, yang dianggap ideal untuk pengembangan 5G berkapasitas tinggi, masih terus dilakukan.