bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa laba perusahaan di bawah naungan Danantara telah mencapai Rp 330 triliun. Dony berharap angka ini dapat meningkat menjadi Rp 360 triliun pada tahun 2026.
Pencapaian ini melanjutkan tren positif laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam beberapa tahun terakhir. Data kinerja BUMN menunjukkan laba bersih pada tahun 2023 sebesar Rp 327,13 triliun, diikuti Rp 304 triliun pada tahun 2024. Untuk tahun 2025, laba BUMN diproyeksikan mencapai Rp 332 triliun sebelum normalisasi, yang setelah mempertimbangkan impairment sekitar Rp 55 triliun, diperkirakan berada di kisaran Rp 280 triliun hingga Rp 285 triliun.
Dengan kinerja tersebut, Danantara berupaya mendorong konsolidasi dan transformasi BUMN guna meningkatkan potensi laba perusahaan negara. Dony membandingkan capaian ini dengan Temasek Holdings, yang menurutnya memiliki laba sekitar Rp 136 triliun. Jika target Rp 360 triliun tercapai, laba Danantara akan melebihi dua kali lipat dari angka Temasek.
Dony menekankan pentingnya menginformasikan capaian laba Danantara kepada masyarakat sebagai bukti kemampuan Indonesia dalam membangun perusahaan dengan kinerja yang kuat. Ia menambahkan bahwa besarnya pendapatan bersih perusahaan di Danantara belum banyak diketahui publik dan menjadi bagian dari fokus Danantara ke depan.