bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 18:14 WIB

LDAD 2026 Sukses Digelar, LIXIL Dorong Kolaborasi Arsitektur Indonesia

Redaksi 14 Agustus 2026 7 views
LDAD 2026 Sukses Digelar, LIXIL Dorong Kolaborasi Arsitektur Indonesia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: voi.id)

bytedaily - Melansir dari voi.id, LIXIL, perusahaan global yang berfokus pada solusi air dan perumahan berkelanjutan, berhasil menyelenggarakan LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) 2026 pada 12 Agustus 2026 di Ciputra Artpreneur.

Acara yang mengusung tema "ARCHIPELAGO DIALOGUES: Architecture as a Space of Co-Creation" ini merupakan edisi keempat yang mempertemukan para arsitek dan praktisi desain dari Indonesia maupun mancanegara dengan para pelaku industri. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi bagaimana kolaborasi lintas perspektif dapat membentuk masa depan arsitektur dan meningkatkan kualitas ruang hunian.

Audrey Yeo, Leader LIXIL Water Technology APAC, menyatakan bahwa LDAD merupakan kontribusi LIXIL bagi komunitas arsitektur dan desain Indonesia, sekaligus menunjukkan komitmen untuk terus berkembang bersama industri. Ia menambahkan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi, bahkan melebihi kapasitas yang tersedia.

LDAD 2026 menginterpretasikan arsitektur sebagai ruang ko-kreasi melalui empat sesi diskusi yang menghadirkan perspektif global dan lokal. Diskusi ini berfokus pada bagaimana arsitektur dapat merespons perubahan sosial, lingkungan, dan perkembangan teknologi melalui dialog dan pemahaman.

Dalam salah satu sesi, Richard Wood, Managing Director Asia Snøhetta, memaparkan bahwa sebuah karya arsitektur dapat meninggalkan warisan positif bagi komunitas lokal melalui pemberdayaan keterampilan dan potensi yang ada. Menurutnya, arsitektur tidak hanya tentang bangunan, tetapi juga tentang menciptakan platform bagi kehidupan publik dan hubungan manusia dengan ruang.

Wood juga memperkenalkan konsep "ecotone" sebagai proses kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Konsep ini menggambarkan bagaimana pertemuan beragam karakter, perspektif, dan keahlian manusia dapat menciptakan ruang yang lebih kaya dan mendorong proses desain yang kolaboratif.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media voi.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.