bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Lima Regulasi Baru Premier League Mulai Musim 2026/2027

Redaksi 21 Agustus 2026 4 views
Lima Regulasi Baru Premier League Mulai Musim 2026/2027
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir dari cnnindonesia.com, Premier League akan menerapkan lima peraturan baru pada kompetisi musim 2026/2027, yang mengadopsi sejumlah regulasi dari International Football Association Board (IFAB). Meskipun demikian, tidak semua aturan baru IFAB akan diimplementasikan, seperti jeda hidrasi, penggunaan VAR untuk koreksi sepak pojok, dan aturan kartu merah bagi pemain yang menutup mulut.

Penerapan aturan baru ini didasarkan pada prinsip keselamatan pemain, pembatasan intervensi VAR, efisiensi penggunaan VAR, peningkatan perilaku pemain, serta efisiensi permainan tanpa jeda waktu yang tidak perlu.

Salah satu perubahan yang signifikan adalah pemain yang mengalami cedera harus keluar lapangan selama minimal satu menit, yang berarti tambahan 30 detik dibandingkan aturan sebelumnya. Selain itu, akan diberlakukan hitungan mundur lima detik untuk eksekusi lemparan ke dalam dan tendangan gawang. Jika batas waktu ini terlampaui, lemparan ke dalam akan diberikan kepada tim lawan, sementara tendangan gawang akan menjadi tendangan sudut untuk lawan.

Peraturan baru lainnya mengatur batas waktu 10 detik bagi pemain yang akan diganti untuk meninggalkan lapangan. Apabila pemain tersebut melebihi batas waktu, pemain pengganti tidak diizinkan masuk hingga terjadi penghentian pertandingan berikutnya setelah satu menit berlalu. VAR juga akan digunakan untuk mengintervensi ketika seorang pemain menerima kartu kuning kedua.

Musim 2026/2027 juga akan menjadi ajang uji coba untuk 'tactical time out' ketika seorang kiper mengalami cedera. Dalam situasi ini, manajer atau pelatih akan menunjuk satu pemain untuk keluar lapangan sementara guna menerima instruksi taktis. Pemain tersebut harus berada di luar lapangan minimal satu menit. Uji coba ini, menurut situs resmi Premier League, bertujuan untuk mengatasi praktik cedera kiper yang disalahgunakan untuk mengganggu ritme permainan atau sebagai kesempatan untuk memberikan instruksi taktis.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.