bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 10:20 WIB

Literasi Kripto Digenjot Seiring Lonjakan Investor Hingga 21,7 Juta Pengguna

Redaksi 12 Juni 2026 15 views
Literasi Kripto Digenjot Seiring Lonjakan Investor Hingga 21,7 Juta Pengguna
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, industri aset kripto di Indonesia terus berupaya meningkatkan literasi di tengah lonjakan jumlah investor yang signifikan. Per April 2026, tercatat ada 21,7 juta investor aset kripto nasional, meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 14,16 juta investor.

CEO Indodax, William Sutanto, menekankan pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai aset kripto dan teknologi blockchain seiring dengan pertumbuhan jumlah investor. Menurutnya, aset digital semakin diterima dalam ekosistem keuangan modern, namun perkembangannya memerlukan kolaborasi antara pelaku industri, regulator, komunitas, dan masyarakat.

William menyatakan komitmen Indodax untuk terus menghadirkan layanan yang aman, transparan, dan sesuai regulasi, serta memperluas program edukasi. Program edukasi ini ditujukan bagi mahasiswa, komunitas, hingga pelaku usaha untuk meningkatkan pemahaman mengenai aset kripto, termasuk peluang dan risikonya dalam ekonomi digital.

Upaya Indodax dalam literasi dan edukasi aset kripto telah mendapatkan pengakuan dengan meraih dua penghargaan dalam ajang Anugerah Ksatria CFX 2026. Penghargaan tersebut meliputi Arjuna Awards untuk Komitmen Literasi dan Edukasi, serta Bima Awards untuk Pencapaian Tertinggi dalam Menumbuhkan Pasar Aset Kripto Nasional.

William menegaskan bahwa penghargaan di bidang edukasi sangat penting karena industri aset kripto dapat tumbuh sehat jika masyarakat memahami manfaat, risiko, dan cara berinvestasi yang bertanggung jawab. Ke depannya, Indodax akan terus memperkuat program edukasi, inovasi, dan tata kelola untuk mendukung ekosistem aset digital yang lebih matang dan berdaya saing.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.