bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 16:26 WIB

LPDS Dr. Soetomo Adakan Workshop Jurnalistik Bertema Piala Dunia

Redaksi 09 Juni 2026 13 views
LPDS Dr. Soetomo Adakan Workshop Jurnalistik Bertema Piala Dunia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) telah menyelenggarakan sebuah lokakarya jurnalistik yang berfokus pada Piala Dunia. Acara ini berlangsung di Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada hari Senin (8/6).

Tujuan utama dari workshop ini adalah untuk meningkatkan kemampuan para jurnalis dalam menghasilkan liputan yang menarik mengenai Gempita Bola Dunia 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan tiga pewarta berpengalaman yang masing-masing memiliki spesialisasi berbeda.

Usman Kansong, Kepala Redaksi Piala Dunia TVRI, membagikan perspektif mengenai aspek penyiaran dan aturan pemberitaan. Ia menekankan bahwa jurnalis tetap dapat menghasilkan karya meskipun ada regulasi ketat terkait hak cipta dari FIFA. Menurut Usman, media massa yang bukan pemegang hak siar diizinkan untuk membuat video sorotan (highlights) dengan durasi maksimal 90 detik. Selain itu, penyebutan 'Piala Dunia' dalam naskah berita diperbolehkan, asalkan tidak menyertakan nama merek lengkap seperti 'FIFA'. Ia menambahkan bahwa penulisan 'Piala Dunia' di dalam badan berita diperbolehkan, namun FIFA melarang penggunaannya di judul atau microsite.

Sementara itu, Oscar Motuloh, seorang fotografer senior, menyajikan pandangan mengenai Piala Dunia dari sudut pandang fotografi. Ia menjelaskan bahwa foto-foto Piala Dunia berfungsi sebagai catatan sejarah perhelatan akbar sepak bola dunia dan menunjukkan evolusi teknologi dalam mengabadikan momen dari lapangan. Oscar berpendapat bahwa foto, meskipun kini era digital didominasi gambar bergerak, akan tetap relevan sebagai produk jurnalistik yang merefleksikan perkembangan zaman sejak tahun 1930.

Selanjutnya, A.A Ariwibowo, seorang penulis sekaligus penguji Uji Kompetensi Wartawan di LPDS, mengulas aspek humanisme dalam penulisan berita Piala Dunia. Ia berpendapat bahwa dinamika zaman menuntut jurnalis untuk membuat berita yang lebih hidup dengan menyajikan cerita dari sisi lain selain pertandingan itu sendiri. Menurutnya, berita yang bersifat lurus, data, dan statistik sudah banyak dikuasai oleh media besar dan kantor berita internasional. Oleh karena itu, wartawan di Indonesia dituntut untuk mencari celah pemberitaan, misalnya melalui cerita budaya, sejarah, atau bahkan dari sudut pandang keahlian spesifik seperti arsitektur saat membahas stadion.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.