bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, profesi jurnalis otomotif kerap diimpikan banyak orang karena bayangan berkeliling dunia, mengendarai mobil-mobil keren, dan dibayar untuk berbagi pendapat. Namun, setelah membaca artikel New York Times terbaru, penulis menyarankan untuk melupakan karier jurnalis otomotif dan beralih bekerja untuk CIA.
Meskipun pekerjaan di CIA mungkin melibatkan lebih sedikit mobil pers dan berpotensi memiliki risiko seperti yang dialami pejabat CIA David Rush yang ditangkap FBI, tawaran keuntungan bekerja di badan intelijen Amerika Serikat itu terdengar jauh lebih menarik. Artikel New York Times tersebut melaporkan bahwa penyelidik FBI menemukan ratusan batangan emas senilai lebih dari 40 juta dolar AS (sekitar Rp 600 miliar) di kediaman Rush di Virginia.
Penulis membandingkan temuan tersebut dengan pengalamannya di dunia jurnalisme otomotif, di mana ia belum pernah sekalipun diberi atau diizinkan membawa pulang aset senilai puluhan juta dolar. Berbeda dengan industri otomotif yang kini bahkan tidak lagi memberikan thumb drive, CIA diduga memberikan keuntungan berupa emas dan mata uang asing dalam jumlah besar.
Lebih lanjut, penyelidik FBI juga menyita hampir tiga lusin jam tangan mewah, banyak di antaranya bermerek Rolex, dari kediaman Rush. Hal ini kembali dikontraskan dengan pengalaman penulis yang belum pernah menerima satu pun jam tangan untuk ditinjau, apalagi ditawarkan secara gratis. Penulis berpendapat bahwa bagi para jurnalis otomotif yang terobsesi dengan jam tangan, memilih karier di CIA tampaknya merupakan keputusan yang lebih menguntungkan.
Artikel tersebut mengutip dokumen pengadilan yang menyatakan bahwa Rush meminta dan menerima sejumlah besar mata uang asing dan puluhan juta dolar dalam bentuk batangan emas untuk biaya yang berhubungan dengan pekerjaan dari November hingga Maret. Namun, saat CIA melakukan peninjauan, mereka tidak dapat menemukan emas atau sebagian besar mata uang asing tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai alokasi dana dan mengapa Rush membutuhkan jumlah sebesar itu, yang tidak dijelaskan dalam dokumen pengadilan maupun oleh CIA.
Penulis menyimpulkan bahwa jika seseorang mempertimbangkan karier semata-mata berdasarkan keuntungannya, memilih pekerjaan di mana seseorang dapat meminta dan menerima emas serta mata uang asing dalam jumlah besar, seperti yang diduga terjadi di CIA, akan jauh lebih masuk akal dibandingkan dengan profesi jurnalis otomotif yang memiliki keterbatasan serupa.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.