bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Meta mengklaim bahwa model kecerdasan buatan (AI) terbarunya yang memiliki nama sandi 'Watermelon' telah menunjukkan kemajuan signifikan dan mulai mendekati kapabilitas ChatGPT yang dikembangkan oleh OpenAI. Klaim ini muncul di tengah persaingan ketat antar perusahaan teknologi global dalam pengembangan model AI terdepan.
Menurut Alexandr Wang, Kepala Meta Superintelligence Labs, model AI terbaru Meta ini sedang dalam tahap pelatihan dan telah mengejar kemampuan GPT-5.5 milik OpenAI. Wang menyatakan bahwa 'Watermelon' dilatih dengan menggunakan kapasitas komputasi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan model sebelumnya, 'Avocado' atau Muse Spark, yang dirilis pada April lalu.
Selain itu, Wang juga memberikan isyarat melalui akun X mengenai pembaruan besar untuk Muse Spark, yang akan mencakup peningkatan signifikan terutama pada kemampuan pengkodean dan fungsi agentic capabilities. Ia juga meyakinkan bahwa Meta akan segera memiliki model pemrograman yang mampu bersaing dengan Claude Opus dari Anthropic, dan menambahkan bahwa pengguna akan menyukai teknologi yang sedang dikembangkan oleh Meta.
Klaim ini menjadi indikasi kuat bahwa investasi besar yang telah digelontorkan Meta untuk pengembangan AI, termasuk dalam hal chip, pusat data, dan perekrutan talenta, mulai menunjukkan hasil. Selama ini, Meta berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan dari pemain utama seperti OpenAI, Google, dan Anthropic dalam perlombaan pengembangan AI generatif.
Sebagai informasi, OpenAI telah merilis GPT-5.5 pada April tahun ini dan kemudian memperkenalkan GPT-5.6 pada akhir bulan lalu, meskipun model terakhir ini belum dirilis secara luas karena permintaan dari pemerintah Amerika Serikat.