bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebagian pengguna ponsel kini semakin intensif menggunakan perangkat mereka untuk berbagai aktivitas seperti media sosial, bermain game, hingga streaming. Hal ini seringkali membuat mereka melakukan pengisian daya sambil tetap menggunakan ponsel, sebuah kebiasaan yang berpotensi menimbulkan dampak negatif.
Menurut informasi dari cnnindonesia.com yang mengutip laman Scosche, penggunaan ponsel saat mengisi daya dapat menyebabkan perangkat mengonsumsi daya untuk menjalankan aplikasi, sementara sisanya dialirkan ke baterai. Kondisi ini, terutama saat menjalankan aplikasi berat seperti game, dapat memicu panas berlebih pada ponsel.
Dalam jangka panjang, panas berlebih ini berpotensi menurunkan kesehatan dan umur baterai ponsel. Peningkatan suhu ini terjadi karena kombinasi antara konsumsi daya yang tinggi dari penggunaan aplikasi dan panas yang dihasilkan dari proses pengisian daya.
Meskipun sebagian besar smartphone modern telah dilengkapi sistem pengaman untuk mencegah overheating, para ahli tetap menyarankan pengguna untuk tidak menggunakan ponsel dalam waktu lama saat sedang diisi daya. Kebiasaan ini, jika terus dilakukan, dapat mempengaruhi performa baterai dan ponsel secara bertahap.
Dampak yang mungkin dirasakan meliputi melambatnya proses pengisian daya dan peningkatan suhu ponsel. Selain itu, ada pula potensi peningkatan risiko kerusakan akibat terjatuh, karena kabel pengisi daya yang terhubung dapat mengganggu kenyamanan saat menggenggam ponsel.
cnnindonesia.com juga menekankan pentingnya memperhatikan risiko kelistrikan yang umumnya bukan disebabkan oleh penggunaan ponsel itu sendiri, melainkan oleh penggunaan charger atau kabel yang rusak atau tidak sesuai standar. Penggunaan charger yang tidak sesuai dapat menimbulkan korsleting, sengatan listrik, atau bahkan merusak perangkat. Oleh karena itu, disarankan untuk selalu menggunakan charger dan kabel yang orisinal atau telah terverifikasi sesuai peruntukannya.