bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:01 WIB

NASA Rilis Foto Baru Kawah Akibat Tabrakan Roket SpaceX di Bulan

Redaksi 20 Agustus 2026 4 views
NASA Rilis Foto Baru Kawah Akibat Tabrakan Roket SpaceX di Bulan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah merilis citra terbaru yang menampilkan bekas tabrakan bagian roket SpaceX di permukaan Bulan. Bagian roket yang menghantam Bulan adalah tingkat atas atau 'upper stage' dari Falcon 9, yang sebelumnya diluncurkan pada 15 Januari 2025 untuk mengantarkan dua wahana pendarat Bulan komersial.

Menurut informasi dari cnnindonesia.com, citra yang diambil oleh satelit Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA menunjukkan terbentuknya sebuah kawah baru dengan diameter sekitar 18 meter sebagai hasil dari benturan tersebut. Tingkat pertama roket Falcon 9 diketahui kembali ke Bumi setelah peluncuran, sementara tingkat atasnya melanjutkan perjalanan menuju orbit Bulan.

Dalam laporannya, cnnindonesia.com menjelaskan bahwa setelah menyelesaikan misinya, SpaceX sengaja melepaskan tingkat atas roket tersebut ke antariksa. Namun, karena dinamika orbit, bagian roket itu akhirnya berada di jalur yang mengarah ke Bulan dan menghantam permukaannya pada 5 Agustus.

Beberapa institusi riset dan badan antariksa, termasuk Very Large Telescope milik European Southern Observatory dan Korea Pathfinder Lunar Orbiter (Danuri), telah berupaya mendeteksi lokasi tumbukan. NASA berkolaborasi dengan Korea AeroSpace Administration (KASA) dan memanfaatkan data awal dari Danuri untuk mengarahkan kamera LRO ke titik tumbukan. Citra dengan kualitas yang lebih baik dirilis oleh NASA pada Selasa (18/8).

Menurut keterangan NASA yang dikutip oleh cnnindonesia.com, untuk mendapatkan citra tersebut, para insinyur memiringkan wahana antariksa LRO agar kameranya fokus pada kawah setiap kali melintas sekitar 60 mil di atas Bulan dengan kecepatan 1 mil per detik. Proses ini memerlukan tingkat presisi yang sangat tinggi, di mana keterlambatan sekecil 10 detik dapat menyebabkan pergeseran lokasi kawah hingga sekitar 10 mil dari pandangan kamera.

Meskipun tabrakan ini tidak disengaja, para peneliti NASA, seperti yang disampaikan oleh ilmuwan Bulan NASA Kelsey Young, menyatakan bahwa kejadian tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi maupun permukaan Bulan. Bahkan, para ilmuwan melihat kejadian ini sebagai kesempatan untuk mempelajari karakteristik permukaan Bulan lebih lanjut dan mempersiapkan perlindungan bagi astronaut serta infrastruktur di masa depan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.