bytedaily - Melansir laporan dari wired.com, Nvidia akhirnya meluncurkan chip RTX Spark, yang berpotensi mewujudkan konsep "AI PC" yang selama ini digaungkan. Pengumuman ini dilakukan di ajang Computex di Taiwan, menandai langkah Nvidia untuk tidak hanya mendominasi pemrosesan AI di pusat data melalui GPU-nya, tetapi juga merambah ke AI yang berjalan secara lokal di perangkat.
RTX Spark merupakan gabungan dari memori terpadu (unified memory), grafis RTX, dan unit pemrosesan pusat (CPU) N1. Konsep "AI PC" sendiri telah diperkenalkan oleh Microsoft sejak 2024, namun dinilai belum benar-benar terealisasi. Meskipun PC Copilot+ memiliki unit pemrosesan saraf (NPU) dan RAM minimal 16 GB, kemampuannya untuk menjalankan model bahasa besar (large language models) secara lokal masih terbatas.
Namun, laptop yang ditenagai RTX Spark ini berpotensi menjadi "AI PC" yang sesungguhnya. Kombinasi memori terpadu hingga 128 GB, CPU berbasis Arm yang efisien, dan kartu grafis RTX diklaim menawarkan performa yang belum pernah ada di luar jajaran MacBook Pro. Hal ini menjadi penting mengingat MacBook Pro sebelumnya menjadi satu-satunya pilihan serius bagi para antusias AI yang ingin menjalankan model dasar secara lokal.
Nvidia bekerja sama dengan produsen seperti HP, Asus, Dell, dan Lenovo untuk menghadirkan teknologi ini ke ekosistem Windows. Salah satu yang paling disorot adalah Microsoft Surface Laptop Ultra, yang digadang-gadang sebagai alternatif MacBook Pro dengan layar Mini-LED 15 inci dan berbagai port, dalam bodi yang serupa ukurannya. Perangkat ini diharapkan menjadi pesaing kuat di segmen performa tinggi.