bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 19:44 WIB

OpenAI Luncurkan Alat Baru untuk Codex, Bidik Pekerja Kantoran

Redaksi 03 Juni 2026 15 views
OpenAI Luncurkan Alat Baru untuk Codex, Bidik Pekerja Kantoran
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, OpenAI memperluas jangkauan alat kecerdasan buatannya, Codex, dengan meluncurkan serangkaian kapabilitas baru yang dirancang khusus untuk mempermudah pekerjaan kantoran (white-collar work). Langkah ini menandakan keseriusan OpenAI dalam menarik pengguna dari kalangan perusahaan.

Bersamaan dengan peluncuran fitur-fitur baru ini, OpenAI juga merilis laporan internal yang menunjukkan bahwa penggunaan Codex telah melampaui ranah rekayasa perangkat lunak. Laporan tersebut mencatat bahwa Codex kini memiliki lebih dari 5 juta pengguna aktif mingguan, meningkat lebih dari enam kali lipat sejak aplikasi desktop diluncurkan pada Februari lalu. Meskipun pengembang perangkat lunak masih menjadi kelompok pengguna terbesar, pekerja kantoran kini menyumbang sekitar 20 persen dari total pengguna dan menunjukkan pertumbuhan lebih dari tiga kali lipat.

Untuk lebih menarik segmen pengguna ini, OpenAI memperkenalkan enam plugin yang ditujukan untuk pekerjaan spesifik, meliputi analisis data, produksi kreatif, penjualan, desain produk, investasi ekuitas, dan perbankan investasi. Plugin-plugin ini tersedia di dalam aplikasi Codex dan menggabungkan integrasi, instruksi, serta konteks yang memungkinkan Codex untuk meniru fungsi dari berbagai jenis pekerjaan.

Fitur-fitur baru ini hadir setelah Anthropic meluncurkan program agen enterprise pada Februari lalu, yang juga berfokus pada plugin untuk agen kognitif. Berbeda dengan fokus konsumen yang lebih tradisional, OpenAI terkesan lebih lambat dalam menjaring pelanggan perusahaan, baru memperkenalkan dukungan plugin untuk Codex pada Maret lalu.

Selain plugin, OpenAI juga memperkenalkan fitur baru bernama Sites, yang memungkinkan Codex menghasilkan produk kerjanya sebagai situs web interaktif yang dihosting, bukan sekadar file lokal. Dalam pengembangan fitur ini, OpenAI menjalin kemitraan dengan Wix, Base44, Replit, Lovable, Figma, dan Emergent, serta berencana untuk memperluas ekosistem mitra guna mendukung layanan ini. Fitur Annotations juga ditambahkan, memungkinkan pengguna untuk menandai bagian spesifik dari dokumen atau file di dalam Codex, sehingga perintah dan operasi konteks dapat dilakukan dengan lebih presisi.

Peluncuran fitur-fitur enterprise ini menyusul pembentukan perusahaan patungan baru untuk klien enterprise, yang dinamai OpenAI Deployment Company, hanya tiga minggu sebelumnya. Perusahaan patungan ini didukung oleh pendanaan lebih dari 4 miliar dolar AS dari firma investasi global, dengan tujuan mengintegrasikan alat-alat OpenAI secara lebih mendalam ke dalam bisnis di seluruh dunia.

Chief Revenue Officer OpenAI, Denise Dresser, menyatakan bahwa kecerdasan buatan semakin mampu melakukan pekerjaan yang bermakna di dalam organisasi. Tantangan saat ini adalah membantu perusahaan mengintegrasikan sistem-sistem ini ke dalam infrastruktur dan alur kerja yang menopang bisnis mereka.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.