bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, membeli mobil hybrid bekas seringkali menjadi pilihan menarik karena menawarkan nilai yang kuat. Mobil jenis ini memberikan efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik dibandingkan mobil bermesin bensin konvensional, sekaligus menghindari penurunan nilai drastis yang umum terjadi pada mobil baru. Laporan Consumer Reports juga mencatat bahwa mobil hybrid rata-rata mengalami 15% lebih sedikit masalah dibandingkan mobil bensin, menjadikannya pilihan yang menarik dari sisi keandalan.
Di tengah krisis biaya hidup yang terus memburuk, mobil hybrid plug-in bekas dapat menjadi solusi tak terduga untuk mengatasi kenaikan harga bensin dan mobil. Namun, mobil hybrid memiliki dua sistem kompleks di bawah kap mesinnya: mesin pembakaran internal dan sistem penggerak elektrik. Komponen yang berpotensi bermasalah pada mobil hybrid bekas seringkali luput dari inspeksi pra-pembelian standar. Masalah baterai, inverter yang melemah, atau kabel yang rusak tidak akan terlihat hanya dari pemeriksaan visual.
Risikonya cukup besar. Penggantian paket baterai hybrid bisa memakan biaya antara $1.000 hingga lebih dari $6.000, belum termasuk biaya tenaga kerja. Hal ini bisa menjadi kejutan yang tidak menyenangkan pada mobil yang Anda kira merupakan kesepakatan bagus. Oleh karena itu, mobil hybrid bekas yang baik memang bisa menjadi pembelian yang cerdas, asalkan Anda tahu apa yang harus dicari. Berikut adalah panduan untuk membeli mobil hybrid bekas agar tidak merugi.
Baterai tegangan tinggi adalah komponen krusial pada setiap mobil hybrid bekas. Ini adalah salah satu komponen termahal pada mobil. Jangan biarkan penjual atau dealer mengabaikan pemeriksaan komponen ini dengan alasan yang tidak jelas. Hal yang perlu Anda cari adalah pembacaan 'State of Health' (SoH), yaitu persentase yang menunjukkan seberapa besar kapasitas baterai yang tersisa dibandingkan saat baru. Kondisi ini mirip dengan membeli mobil listrik bekas dengan jarak tempuh tinggi. Baterai dengan SoH 85% atau lebih umumnya dianggap sehat.
Di bawah angka tersebut, Anda perlu memperkirakan penurunan signifikan pada efisiensi jarak tempuh dan, pada akhirnya, nilai jual kembali mobil. Inspeksi pra-pembelian profesional dengan laporan SoH yang terukur biasanya berkisar $200 hingga $400, yang merupakan biaya perlindungan yang relatif murah dibandingkan penggantian baterai yang bisa mencapai sepuluh kali lipat biaya inspeksi. Disarankan juga untuk meminta dealer menghubungkan alat diagnostik yang memadai untuk mendapatkan laporan terperinci.
Sebuah studi ADAC tahun 2025 yang menganalisis 28.500 pengukuran SoH dari enam produsen menemukan bahwa baterai Mercedes mengalami degradasi lebih rendah dari rata-rata. Sementara itu, mobil hybrid plug-in Mitsubishi menunjukkan penuaan yang lebih cepat meskipun jarak tempuhnya lebih rendah. Sebagai patokan kasar untuk kondisi yang baik: 88% SoH pada jarak tempuh sekitar 62.000 mil (sekitar 100.000 km), dan 80% pada jarak tempuh 124.000 mil (sekitar 200.000 km). Pembacaan di bawah angka tersebut kemungkinan akan menimbulkan kompromi dalam jangka panjang.
Kabar baiknya, garansi baterai hybrid lebih lama dari perkiraan banyak pembeli. Berdasarkan peraturan federal, produsen mobil wajib menanggung baterai hybrid setidaknya selama delapan tahun atau 100.000 mil. Di beberapa negara bagian seperti District of Columbia, California, dan sembilan negara bagian lainnya, perlindungan ini diperpanjang hingga 10 tahun atau 150.000 mil. Mobil hybrid bekas yang masih dalam masa garansi ini memiliki risiko yang jauh lebih rendah. Namun, jika penjual tidak dapat menunjukkan pembacaan SoH dan garansi sudah habis, sesuaikan harga mobil sesuai dengan kondisi tersebut.
Inspeksi mobil hybrid memerlukan pelatihan dan pengalaman tambahan karena melibatkan mobil dengan tegangan tinggi, motor listrik, dan komponen lain yang tidak ditemukan pada kendaraan konvensional. Tidak semua mekanik dapat melakukan ini dengan andal. Cari mekanik yang secara spesifik menangani mobil hybrid; kebanyakan dari mereka akan mengiklankan layanan tersebut. Selain memastikan status garansi yang sudah Anda periksa, perhatikan riwayat penggantian oli. Perhatikan juga riwayat pengereman.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.