bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 05:19 WIB

Pelatih Iran Kagum Timnya Tak Terkalahkan di Piala Dunia 2026 Meski Hadapi Kendala

Redaksi 22 Juni 2026 11 views
Pelatih Iran Kagum Timnya Tak Terkalahkan di Piala Dunia 2026 Meski Hadapi Kendala
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pelatih tim nasional Iran, Amir Ghalenoei, menyatakan kekagumannya terhadap performa timnya di Piala Dunia 2026. Iran berhasil meraih hasil imbang dalam dua pertandingan yang telah dijalani, yaitu melawan Selandia Baru dan Belgia.

Dua hasil seri tersebut membuat Iran mengumpulkan dua poin. Ghalenoei mengapresiasi pencapaian ini mengingat timnya menghadapi berbagai kendala, termasuk masalah visa dan pembatasan perjalanan di Amerika Serikat. Timnas Iran dilaporkan baru tiba di Amerika Serikat kurang dari 24 jam sebelum pertandingan pertama mereka.

Ghalenoei menyoroti bahwa Iran hanya memiliki waktu kurang dari 16 jam untuk berlatih sebelum pertandingan karena tidak diizinkan berangkat lebih awal dari Meksiko, tempat mereka menginap. "Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Kami telah menjalani dua pertandingan tanpa kalah di Piala Dunia dengan kondisi yang kami hadapi," ujar Ghalenoei, seperti dikutip dari France24.

Ia meyakini bahwa perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 akan tercatat sebagai sejarah penting dalam dunia sepak bola. "Saya rasa tidak ada tim di dunia yang bisa bertahan dengan kondisi seperti ini, dan bermain seperti ini, kondisi yang kami alami benar-benar sulit sekali. Para pemain memberikan segalanya, mereka bermain dengan hati," jelasnya.

Dengan dua poin yang sudah dikantongi, Iran masih memiliki peluang untuk melaju ke babak 32 besar. Pertandingan terakhir Iran akan melawan Mesir pada 26 Juni. Ghalenoei menegaskan fokus timnya adalah meraih kemenangan di laga tersebut untuk memastikan kelolosan ke fase gugur.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.