bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 09:58 WIB

Pelatih Jerman Anggap Keputusan Wasit Anulir Gol Tah Konyol

Redaksi 30 Juni 2026 7 views
Pelatih Jerman Anggap Keputusan Wasit Anulir Gol Tah Konyol
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pelatih tim nasional Jerman, Julian Nagelsmann, menyuarakan ketidakpuasannya terhadap keputusan wasit asal Maroko, Jalal Jayed, yang menganulir gol Jonathan Tah dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Paraguay pada Selasa (30/6) pagi WIB.

Gol Tah pada menit ke-102, yang seharusnya membawa Jerman unggul 2-1 melalui sundulan di tiang jauh, dibatalkan oleh Jayed setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR). Wasit menilai adanya pelanggaran yang dilakukan oleh bek Jerman, Waldemar Anton, terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill, sebelum gol tercipta.

"Sungguh konyol gol kami dianulir, tetapi pada akhirnya harus diakui bahwa performa kami memang belum cukup," ujar Nagelsmann, seperti dikutip dari One Football. Ia menambahkan, kekecewaannya muncul karena merasa timnya sudah solid dan performa dalam latihan selalu baik, tanpa ada pemain yang sengaja tampil buruk.

Nagelsmann juga menganalisis penyebab timnya tersingkir oleh Paraguay. Ia menyebutkan bahwa para pemainnya terlambat dalam memanfaatkan serangan dari sektor sayap. "Kami butuh waktu terlalu lama untuk bisa memaksimalkan permainan sayap. Seiring berjalannya laga, kami lebih memaksakan hal itu dan akhirnya berhasil menciptakan lebih banyak situasi di dalam kotak penalti [Paraguay]," jelasnya.

Meskipun Jerman memegang kendali permainan, Nagelsmann mengakui timnya kekurangan daya serang yang mematikan. Jerman akhirnya tersingkir setelah kalah dalam adu penalti 4-3 melawan Paraguay. Skor imbang 1-1 bertahan selama 120 menit, setelah gol pembuka dari Julio Enciso disamakan oleh Kai Havertz.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.