bytedaily
Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Pelatih Rayo Vallecano Akui Kesalahan Taktik Usai Emil Audero Kebobolan Empat Gol

Redaksi 13 September 2026 13 views
Pelatih Rayo Vallecano Akui Kesalahan Taktik Usai Emil Audero Kebobolan Empat Gol
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pelatih Rayo Vallecano Benat San Jose mengakui bahwa timnya melakukan kesalahan taktik setelah gawang Emil Audero kebobolan empat kali dalam kekalahan 1-4 melawan Real Madrid pada matchday kelima La Liga di Santiago Bernabeu, Minggu (13/9) dini hari WIB.

San Jose memberikan peluang kepada kiper baru mereka, Emil Audero, untuk tampil dalam laga penting tersebut. Penampilan debut Audero menjadi catatan sejarah karena ia menjadi pemain asal Indonesia pertama yang mempergunakan kaki di kompetisi La Liga.

Sayangnya, debut bersejarah itu tidak berakhir menguntungkan. Empat gol Real Madrid masuk lewat serangan Kylian Mbappé pada menit ke‑14 dan tambahan waktu 90+1, Alvaro Carreras pada menit ke‑17, serta Jude Bellingham pada menit ke‑35.

Rayo Vallecano sempat memperkecil selisih pada menit ke‑51 lewat gol balasan Sergio Camello, namun tetap harus menelan kekalahan 1-4.

Usai pertandingan, San Jose menyatakan bahwa timnya membuat beberapa kesalahan yang berujung pada kebobolan gol‑gol tersebut. Ia menilai babak pertama yang berakhir 3-0 sangat membebani mental pemain, terutama setelah penalti yang diberikan kepada Real Madrid.

Pelatih tersebut menambahkan bahwa Rayo melakukan kesalahan saat membangun serangan dari zona pertahanan, sehingga memberi ruang bagi lawan yang memiliki kemampuan menyerang tinggi. Menurutnya, jarak antar lini Rayo terlalu lebar, membuat formasi menjadi renggang.

San Jose mengakui bahwa tekanan tinggi yang diterapkan pada Real Madrid tidak efektif, sehingga memberi kesempatan kepada lawan untuk memanfaatkan celah dan mencetak gol.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.