bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:42 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Kekeringan Meteorologis pada Pertengahan Oktober

Redaksi 13 Oktober 2026 13 views
BMKG Peringatkan Potensi Kekeringan Meteorologis pada Pertengahan Oktober
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk sejumlah wilayah Indonesia pada Dasarian II Oktober 2026, yang dalam sumber disebut berlangsung pada 11–12 Oktober. Peringatan tersebut dibagi menjadi tiga tingkat, yakni Waspada, Siaga, dan Awas. Teks sumber tidak merinci nama wilayah yang masuk dalam tiap kategori.

Pemantauan BMKG pada Dasarian III September 2026 mencatat indeks IOD sebesar +0,457. Anomali suhu permukaan laut dasarian di wilayah Nino3.4 tercatat +3,44, yang menunjukkan El Niño berada pada intensitas sangat kuat.

BMKG memperkirakan sekitar 76 persen wilayah Indonesia masih berada dalam musim kemarau. Dalam unggahan di akun Instagram resminya pada Senin (12/10), BMKG menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah masih mengalami kondisi tersebut.

Analisis perkembangan musim pada Dasarian III September 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia relatif kering. Hanya sekitar 5,7 persen wilayah, atau 40 Zona Musim (ZOM), yang telah memasuki musim hujan. Meski begitu, dinamika atmosfer masih mendukung kemungkinan hujan berintensitas signifikan di sejumlah daerah.

Secara umum, curah hujan pada Dasarian I hingga III Oktober diprakirakan berada pada kategori rendah sampai menengah, yakni 0–150 milimeter per dasarian. Untuk Dasarian II Oktober, sekitar 66,09 persen wilayah diprediksi mengalami curah hujan rendah sebesar 0–50 milimeter per dasarian. Curah hujan kategori menengah, 50–150 milimeter, diperkirakan terjadi di 32,67 persen wilayah, sedangkan kategori tinggi, 150–300 milimeter, mencakup sekitar 1,24 persen wilayah.

BMKG menyatakan dominasi curah hujan rendah membuat potensi kekeringan meteorologis perlu diwaspadai, terutama di wilayah yang mengalami defisit hujan secara berkelanjutan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.