bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan untuk periode 14–16 Oktober 2026. Pada Kamis (15/10), sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat serta angin kencang.
Wilayah berstatus Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan. Aceh dan Sumatra Utara berstatus Siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. BMKG tidak menetapkan wilayah berstatus Awas pada hari tersebut.
Peringatan dini angin kencang berlaku untuk Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia masih relatif kering. Berdasarkan analisis perkembangan musim pada dasarian III September, sekitar 5,7 persen wilayah Indonesia atau 40 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim hujan.
Untuk dasarian I–III Oktober 2026, curah hujan secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni 0–150 milimeter per dasarian. Pada dasarian II Oktober, hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian diprediksi terjadi di sebagian Sumatra, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian tengah hingga selatan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan sejumlah wilayah Papua.
Meski kondisi kering masih dominan, BMKG menyebut dinamika atmosfer dalam skala waktu lebih singkat tetap dapat mendorong pertumbuhan awan hujan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation diprediksi terjadi di sebagian Sumatra bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara. Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di sebagian Sumatra, sedangkan Gelombang Kelvin yang bergerak ke timur diprediksi aktif di sebagian Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan Papua.
Peluang hujan juga didukung perlambatan dan pertemuan angin di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Menurut BMKG, kondisi tersebut dapat memusatkan massa udara dan mendukung pembentukan awan hujan, sementara suhu muka laut yang relatif hangat menyediakan uap air.
BMKG menyatakan kombinasi faktor atmosfer itu memungkinkan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang secara lokal, meskipun sebagian besar wilayah Indonesia masih relatif kering. Keterangan tersebut tercantum dalam Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan periode 13–19 Oktober.