bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Meta merilis dua model kecerdasan buatan (AI), Muse Wonder dan Muse Wonder Full. Perusahaan menyebut keduanya lebih mumpuni dan dapat menangani tugas kompleks dengan lebih baik dibandingkan model sebelumnya.
Dalam pengujian Meta, kedua model frontier tersebut meraih skor benchmark yang sebanding dengan Claude Fable 5.1 dan ChatGPT 6 Astra. Meta menyebut peluncuran ini sebagai tahap baru dalam peningkatan kemampuan model dan langkah menuju kecerdasan super pribadi.
API Muse Wonder dibanderol US$4 per satu juta token input dan US$20 per satu juta token output. Harga itu setara dengan model ChatGPT-6 Sol dan Anthropic Opus 5.5. Adapun Muse Wonder Full hanya tersedia bagi pelanggan Muse Code, tidak melalui API, dan kedua model akan mendukung Muse Agent.
Meta menonjolkan fitur “memori aktif” pada model tersebut. Perusahaan menilai kemampuan mengingat informasi yang relevan merupakan langkah penting untuk mengembangkan agen pribadi dan profesional. Meta juga menyatakan model dapat terus bekerja, mencoba pendekatan lain, mengatasi hambatan, serta menyesuaikan diri dengan informasi baru saat menjalankan tugas jangka panjang.
Untuk mengukur kemampuan memori, Meta menggunakan MemoryBench, benchmark yang menguji pembelajaran berkelanjutan dan konstruksi memori. Menurut hasil pengujian perusahaan, Muse Wonder memperoleh skor lebih tinggi daripada Fable, Opus, dan Astra. Model ini dilatih di pusat data Prometheus milik Meta di Ohio tengah, yang mulai beroperasi pada awal tahun ini.
Peneliti AI Meta Kavya Kopparapu mengatakan perusahaan berupaya memastikan model mampu mengingat hal penting bagi pengguna selama berhari-hari hingga berbulan-bulan atau lebih. Muse Wonder dan Muse Wonder Full menjadi model frontier pertama Meta sejak perusahaan bermitra dengan Scale AI dan pendirinya, Alexandr Wang, mulai merekonstruksi pengembangan AI Meta pada Agustus tahun lalu. Sebelumnya, Meta merilis Muse Spark dan Agent Muse yang lebih ringan dan cepat.