bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Serangan Siber Ganggu Sistem Pendingin Ratusan Supermarket di Prancis

Redaksi 14 Oktober 2026 6 views
Serangan Siber Ganggu Sistem Pendingin Ratusan Supermarket di Prancis
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, serangan siber menyasar sistem kulkas yang terhubung ke jaringan di sejumlah supermarket besar di Prancis. Suhu perangkat dilaporkan meningkat hingga 50 derajat Celsius dalam semalam, sehingga menimbulkan kerugian akibat makanan rusak dan kebakaran.

Kantor Kejaksaan Prancis menyatakan serangan tersebut terjadi di berbagai peritel makanan. Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki pelaku dan cara serangan dilakukan. Stasiun televisi BFM melaporkan bahwa penyerang diduga mengaktifkan fitur pencairan paksa pada sistem pendingin dari jarak jauh.

Badan keamanan siber pemerintah Prancis menyebut sistem yang diserang dibuat oleh Danfoss, perusahaan asal Denmark. Perangkat yang terdampak antara lain model AK-SM800 dan AK-SC355. Danfoss mengatakan sejumlah kecil sistem pengelolaan kulkas terkena insiden tersebut dan masih menggunakan firmware versi lama. Perusahaan itu sebelumnya telah menyarankan pelanggan memperbarui firmware serta beralih dari sistem lama ke solusi generasi terbaru.

Sedikitnya 300 gerai Intermarché dan Netto terdampak. Coopérative U menyebut lebih dari 100 supermarketnya menjadi sasaran, sedangkan Carrefour melaporkan 80 gerai terkena dampak. Monoprix menyatakan sekitar lima persen dari kurang lebih 490 gerainya mengalami hal serupa. BFM juga melaporkan E.Leclerc terdampak, tetapi jaringan supermarket tersebut belum menanggapi permintaan komentar.

CEO Coopérative U, Dominique Schelcher, menyebut serangan terhadap peralatan yang menjaga kesegaran produk dan pasokan makanan sebagai tindakan serius yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Insiden keamanan juga dilaporkan di luar Prancis. Albert Heijn, jaringan supermarket Belanda milik Ahold Delhaize, menonaktifkan sementara sejumlah sistem untuk melindunginya. Gerainya di Belanda dan Belgia tetap beroperasi, tetapi aplikasi daring dan layanan pengiriman tidak dapat digunakan. Label harga elektronik di toko-toko itu juga dilaporkan menampilkan informasi yang keliru. Media Belgia turut melaporkan masalah keamanan di supermarket Delhaize yang beroperasi di Belgia dan Luksemburg.

Belum diketahui apakah kejadian di supermarket Prancis berkaitan dengan masalah yang dialami Ahold Delhaize. Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu telah meminta Badan Keamanan Siber Nasional Prancis (ANSSI) menyelidiki insiden tersebut.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.