bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, teknologi telematika yang dipadukan dengan kecerdasan buatan (AI) kini dimanfaatkan untuk mengelola armada kendaraan, bukan hanya melacak lokasi melalui GPS. Teknologi ini dapat membantu meningkatkan keselamatan berkendara dan efisiensi operasional.
SEA Business Development Manager Geotab Alvin Santoso menjelaskan bahwa telematika berbasis video memberi perusahaan gambaran lebih lengkap mengenai kendaraan, pengemudi, dan kondisi jalan. Sistem tersebut dapat mengenali perilaku berisiko, seperti berkendara terlalu dekat dengan kendaraan di depan atau tailgating.
AI menganalisis kecepatan dan jarak antarkendaraan, lalu memberikan peringatan kepada pengemudi ketika terdeteksi situasi berisiko. Data perilaku berkendara yang terkumpul juga dapat digunakan perusahaan untuk menyusun pelatihan keselamatan.
Director PT Aerotrans Services Indonesia Kadek Bayu Temaja mengatakan telematika membantu perusahaannya meningkatkan keselamatan sekaligus efisiensi operasional. Berdasarkan data peningkatan pengereman mendadak, perusahaan menurunkan batas kecepatan operasional kendaraan dari 115 menjadi 110 kilometer per jam.
Sistem tersebut juga memberikan peringatan mengenai potensi kerusakan komponen agar perbaikan dapat dilakukan sebelum mengganggu operasional. Aerotrans turut menggunakan data perilaku pengemudi untuk mengevaluasi kinerja dan menyelenggarakan pelatihan berkala setiap enam bulan.
Head of Business Unit TRAVL Alkautsar Salim mengatakan teknologi serupa membantu perusahaan transportasi memantau perjalanan dan mendukung kenyamanan penumpang. TRAVL, misalnya, membatasi kecepatan kendaraan hingga 90 kilometer per jam saat melintasi Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ), yang kondisi jalannya bergelombang.
Data pemantauan juga membantu tim operasional menentukan langkah saat perjalanan terganggu, seperti mencari kendaraan pengganti terdekat atau mengarahkan pengemudi ke jalur alternatif ketika terjadi kemacetan.
Menurut Alvin, telematika dapat digunakan pada kendaraan listrik untuk memantau konsumsi energi, tingkat pengisian daya, kondisi baterai, serta riwayat pengisian. Informasi itu dapat menjadi bahan perbandingan efisiensi kendaraan konvensional dan listrik sebelum perusahaan memutuskan pengembangan armada.