bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, BMKG memperkirakan 10 wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat pada Rabu (14/10). Peringatan dini cuaca tersebut berlaku untuk periode 13–15 Oktober.
Sumatra Utara masuk status Siaga karena berpeluang diguyur hujan lebat hingga sangat lebat. Adapun Aceh, Kepulauan Riau, Banten, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan berstatus Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Tidak ada wilayah yang diperkirakan mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem atau masuk kategori Awas.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.
BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia masih relatif kering. Berdasarkan analisis musim pada dasarian III September, sekitar 5,7 persen wilayah atau 40 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim hujan. Curah hujan pada dasarian I–III Oktober 2026 secara umum diprakirakan rendah hingga menengah, yakni 0–150 milimeter per dasarian.
Pada dasarian II Oktober 2026, hujan kategori rendah—kurang dari 50 milimeter per dasarian—diperkirakan terjadi di sebagian Sumatra, sebagian besar Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan bagian tengah hingga selatan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta sejumlah wilayah Papua. Namun, kondisi relatif kering tidak meniadakan kemungkinan hujan harian akibat dinamika atmosfer dalam skala waktu yang lebih singkat.
BMKG memprakirakan MJO aktif di sebagian Sumatra bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara. Gelombang Rossby Ekuatorial diperkirakan aktif di sebagian Sumatra, sedangkan gelombang Kelvin yang bergerak ke timur berpotensi aktif di sebagian Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan Papua. Aktivitas gelombang atmosfer itu dapat mendukung pembentukan awan hujan.
Potensi hujan juga dipengaruhi perlambatan dan pertemuan angin di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Suhu muka laut yang relatif hangat turut menyediakan uap air untuk pembentukan awan. BMKG menyatakan gabungan faktor tersebut dapat memicu hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang secara lokal, meski sebagian besar Indonesia masih relatif kering.