bytedaily
Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pelatih Vietnam U-20 Yutaka Ikeuchi Ungkap Kekecewaan Usai Kegagalan Kualifikasi Piala Asia 2027

Redaksi 07 September 2026 10 views
Pelatih Vietnam U-20 Yutaka Ikeuchi Ungkap Kekecewaan Usai Kegagalan Kualifikasi Piala Asia 2027
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pelatih timnas Vietnam U-20, Yutaka Ikeuchi, menyampaikan pendapatnya setelah timnya mengalami tiga kekalahan beruntun dan terdegradasi pada kualifikasi Piala Asia U-20 2027.

Vietnam mencatatkan hasil terburuk di fase grup C kualifikasi, dengan tiga pertandingan yang semuanya berakhir dengan kekalahan. Pada laga pembuka, tim Vietnam kalah 0-3 dari Korea Utara, diikuti dengan kekalahan 1-2 melawan Palestina. Pada pertandingan terakhir, Vietnam sempat memimpin namun akhirnya dikalahkan Iran dengan skor 1-3.

Ketiga hasil tersebut menempatkan Vietnam di posisi terendah klasemen grup C, sehingga tidak berhasil melaju ke putaran final Piala Asia U-20 2027. Hanya juara grup dan runner‑up terbaik yang memperoleh tiket ke China.

Akibat kegagalan tersebut, Vietnam turun ke fase pengembangan (development phase) dan akan berkompetisi dengan negara‑negara seperti Kepulauan Mariana Utara, Bhutan, Makau, Sri Lanka, Brunei, serta tim‑tim lain yang juga terdegradasi.

Ikeuchi menyatakan, “Setelah turnamen ini, saya akan mengambil pelajaran dari pengalaman bersama para pemain Vietnam. Saat ini, saya belum memiliki rencana tentang masa depan sepak bola usia muda Vietnam.” Ia juga menyesalkan bahwa generasi pemain saat ini dan mungkin generasi berikutnya tidak akan dapat berpartisipasi di putaran final Kejuaraan Asia U-20.

Pelatih asal Jepang tersebut menambahkan kekecewaannya atas kegagalan tim mempertahankan keunggulan pada babak pertama melawan Iran. “Di babak pertama, kami berhasil mencetak gol dan merupakan pertanda positif. Namun, di babak kedua tim gagal mempertahankan momentum yang diharapkan. Hal ini sangat disayangkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kurangnya pertandingan persiapan melawan lawan kuat sebelum kualifikasi dimulai. “Generasi pemain ini memiliki banyak talenta menjanjikan. Namun, mereka kurang mendapatkan kesempatan bertanding melawan lawan‑lawan yang tangguh. Jika mereka mendapatkan lebih banyak waktu bermain dan pengalaman, kemampuan mereka akan semakin meningkat,” kata Ikeuchi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.