bytedaily - Dilansir dari bbc.com, kabar mengenai sanksi empat tahun larangan bermain (doping) yang diterima pemain sayap Chelsea, Mykhailo Mudryk, baru terungkap ke publik setelah ia mengajukan banding. Sanksi ini dikeluarkan oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) karena 'temuan yang merugikan dalam tes urine rutin'.
Keputusan FA dan rincian hukuman tersebut tidak pernah diumumkan secara publik. Berita ini baru menjadi pengetahuan umum pada Rabu (tanggal tidak disebutkan dalam sumber) setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mengumumkan bahwa Mudryk telah mengambil langkah untuk mengajukan banding.
Menurut laporan BBC Sport, Mudryk telah dijatuhi sanksi oleh FA pada Januari (tahun tidak disebutkan dalam sumber). Namun, hanya segelintir orang terdekatnya dan beberapa staf di Chelsea yang diberi tahu. Hal ini disebabkan program anti-doping FA dianggap sangat rahasia, di mana seluruh proses, mulai dari tes hingga diskusi dengan pengacara, dilakukan secara tertutup untuk menghormati privasi pemain sepak bola.
Badan Anti-Doping Inggris (Ukad) bekerja sama dengan FA dalam program ini. Berbeda dengan banyak cabang olahraga lain yang mengumumkan sanksi sementara untuk tes positif secara publik, FA dalam kebijakan privasinya menyatakan akan memproses data pribadi yang sensitif untuk memberantas doping dalam olahraga dan menjaga integritas permainan.
Data tersebut dapat dibagikan dengan berbagai pihak ketiga, termasuk Ukad, kepolisian jika ada bukti tindak pidana, UEFA, FIFA, penyelenggara acara terkait, federasi internasional yang bertanggung jawab atas doping, serta Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Informasi mengenai tes dan hasilnya juga dapat dibagikan dengan klub pemain.
Kasus doping seringkali baru menjadi pengetahuan publik ketika seorang pemain absen dari skuad timnya dalam jangka waktu tertentu tanpa penjelasan yang memadai. Hasil dan hukuman biasanya baru diumumkan secara resmi setelah proses selesai, namun bisa tertunda hingga proses banding juga selesai.
Substansi terlarang yang menyebabkan Mudryk positif tesnya tidak pernah diungkapkan oleh FA. Namun, BBC Sport memahami bahwa substansi tersebut adalah meldonium, obat kardiovaskular yang berpotensi meningkatkan kapasitas pernapasan dan stamina. Ia diduga terpapar zat tersebut saat bertugas bersama tim nasional Ukraina.
Tahun lalu, juru bicara Asosiasi Sepak Bola Ukraina (UAF) menyatakan kepada BBC Sport bahwa tidak ada staf mereka yang terlibat dalam kasus ini. UAF menyatakan tidak menerima permintaan apa pun dari WADA atau FA Inggris, namun mereka bekerja sama dengan pengacara Mudryk dan memberikan informasi yang diperlukan, dengan tetap mematuhi ketentuan kerahasiaan.
Masih belum jelas bagaimana Mudryk diduga menelan meldonium. Zat ini telah dilarang oleh WADA sejak 2016 dan umumnya digunakan di negara-negara Eropa Timur untuk mengobati kondisi seperti angina, gagal jantung, dan penyakit arteri koroner.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.