bytedaily
Sabtu, 02 Mei 2026 - 19:50 WIB

Subaru Ciptakan BRZ Bermesin Turbo AWD untuk Reli di Jepang

Redaksi 25 April 2026 16 views
Subaru Ciptakan BRZ Bermesin Turbo AWD untuk Reli di Jepang
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Sejak generasi pertama BRZ diluncurkan pada tahun 2013, banyak permintaan agar mobil tersebut memiliki tenaga lebih besar, idealnya dengan turbocharger dari mesin WRX. Beberapa pihak bahkan menginginkan penggerak semua roda (AWD), berharap kebangkitan era WRX dua pintu. Kini, Subaru telah mewujudkan keinginan tersebut dengan menciptakan BRZ yang dilengkapi turbocharger, bodi terangkat, dan sistem penggerak semua roda. Namun, mobil ini hanya dibuat satu unit dan diperuntukkan khusus untuk balap reli di Jepang.

Mobil baru ini dinamai Subaru Boxer Rally Spec.Z, sebuah nama yang tidak menyertakan "BRZ" di dalamnya, mengingat "R" pada nama tersebut berarti "rear-wheel drive" atau penggerak roda belakang. Subaru memposisikan kendaraan ini sebagai mobil khusus balap yang rencananya akan diturunkan dalam ajang All Japan Rally Championship, dimulai dari seri ketiga yang akan datang. Kemungkinan besar mobil ini tidak akan pernah terlihat di lantai diler, namun setidaknya dapat disaksikan beraksi di hutan-hutan Jepang.

Spec.Z akan menggantikan WRX yang sebelumnya digunakan Subaru dalam All Japan Rally Championship. Perusahaan menyatakan dalam siaran pers bahwa peralihan sasis ini berkaitan dengan bobot. Tim kesulitan menurunkan bobot WRX hingga batas minimum 2.866 pon untuk kelasnya, sementara BRZ dapat dengan mudah disesuaikan ukurannya. Sebagai mobil reli, Spec.Z juga dilengkapi kit pengangkat bodi, bodi lebar, dan mesin boxer turbo 2,4 liter. Subaru mengklaim mesin tersebut menghasilkan tenaga 276 tenaga kuda dan torsi 369 pound-feet, namun angka tersebut dapat bertambah.

Hampir dapat dipastikan bahwa BRZ bermesin turbo dan berpenggerak semua roda tidak akan pernah dijual di diler. Namun, setidaknya Subaru telah membuat mobil yang selama ini banyak diminta, meskipun hanya sebagai pancingan. Penulis artikel ini, yang pernah memiliki FR-S, lebih menyukai mobil yang ringan, sederhana, berpenggerak roda belakang, dan tanpa turbocharger karena terasa lebih sesuai dengan jiwa mobil tersebut daripada sekadar mengejar angka di lembar spesifikasi. Namun, penulis juga mengakui bahwa ia bukanlah pembalap reli profesional.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.