bytedaily
Sabtu, 02 Mei 2026 - 20:49 WIB

SUV Tidak Selalu Lebih Aman dari Sedan dalam Kecelakaan

Redaksi 02 Mei 2026 5 views
SUV Tidak Selalu Lebih Aman dari Sedan dalam Kecelakaan
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, meskipun SUV mendominasi pasar otomotif dan sering dianggap lebih aman, data menunjukkan bahwa keunggulan keselamatan mereka tidak mutlak dan bergantung pada jenis kecelakaan.

SUV umumnya menawarkan kepraktisan lebih baik berkat bentuknya yang kotak, menghasilkan volume interior yang lebih besar. Posisi duduk yang lebih tinggi juga memberikan visibilitas yang lebih baik, dan ukuran yang lebih besar memberikan rasa aman secara psikologis bagi penumpang. Dalam tabrakan antar kendaraan, SUV memang lebih aman bagi penumpangnya dibandingkan sedan.

Namun, tabrakan antar kendaraan bukanlah satu-satunya jenis kecelakaan. Meskipun paling umum, jenis ini menyebabkan lebih sedikit kematian dibandingkan kecelakaan jalan lainnya. Dalam kasus tabrakan dengan objek tak bergerak atau pesepeda, serta kecelakaan terguling (rollover), SUV justru jauh lebih tidak aman dibandingkan sedan. Jarak pengereman yang lebih panjang dan pusat gravitasi yang lebih tinggi adalah beberapa faktor yang dapat mengancam keselamatan penumpang SUV dan pengguna jalan lainnya.

Fisika memainkan peran penting dalam keselamatan kendaraan. Faktor Stabilitas Statis (Static Stability Factor/SSF) mengukur seberapa berat bagian atas kendaraan. Rumusnya adalah SSF = T/2H, di mana T adalah lebar jejak roda (jarak antara roda kiri dan kanan) dan H adalah ketinggian pusat gravitasi. Menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), SSF mobil penumpang umumnya berkisar antara 1,3 hingga 1,5, sementara SUV berkisar antara 1 hingga 1,3. Nilai yang lebih rendah menunjukkan SUV lebih berat di bagian atas, sehingga meningkatkan kemungkinan terguling.

Statistik mendukung klaim ini. Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) melaporkan bahwa pada tahun 2023, 34% kematian penumpang SUV terkait dengan terguling, jauh lebih tinggi dibandingkan angka 21% pada mobil penumpang secara umum. Dalam kecelakaan tunggal, angka kematian akibat terguling pada SUV mencapai 24%, sementara pada mobil hanya 16%.

Meskipun angka kematian akibat terguling pada mobil dan SUV telah menurun sejak 1978 berkat sistem stabilitas modern, pengemudi SUV tampaknya kurang menyadari risiko. Studi tahun 2017 oleh National Center for Biotechnology Information (NCBI) menemukan bahwa pengemudi SUV lebih mungkin tidak mengenakan sabuk pengaman, yang seringkali berujung pada korban yang terlempar keluar saat kecelakaan terguling.

Hukum Newton Kedua menyatakan bahwa objek dengan massa lebih besar memiliki momentum lebih besar. Kendaraan yang lebih berat membutuhkan energi dan ruang lebih banyak untuk berhenti. SUV umumnya lebih berat dari sedan. Sebagai contoh, Honda Accord dasar dengan mesin 1.5 liter turbocharged memiliki berat 3.239 pon, sementara Honda CR-V dengan mesin yang sama memiliki berat 3.614 pon. Hal ini menjelaskan mengapa SUV jarang masuk dalam daftar mobil dengan jarak pengereman terbaik.

Produsen mobil biasanya memasang rem yang lebih besar dan ban yang lebih lebar pada SUV untuk mengimbangi bobot tambahan. Namun, dalam studi Consumer Reports tahun 2021, mobil sedan mewah ukuran menengah membutuhkan 128 kaki untuk melambat dari 60 mph menjadi nol, sementara SUV mewah ukuran menengah membutuhkan jarak yang lebih jauh.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.