bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menekankan perlunya kolaborasi antar-kementerian untuk meruntuhkan ego sektoral demi keberhasilan pemberdayaan perempuan dan ekonomi restoratif di Indonesia. Veronica menjelaskan bahwa kerja yang terfragmentasi tidak akan mampu mencapai tujuan krusial tersebut.
Menurut Veronica, kewenangan dan kapasitas Kementerian PPPA sangat terbatas, sehingga integrasi kebijakan dengan kementerian lain menjadi krusial untuk memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi utama. Hal senada diungkapkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto, yang menyatakan bahwa penguatan ekonomi restoratif harus dimulai dari tingkat akar rumput dengan memperkuat rantai ekonomi desa. Program SEHATI disebut sebagai upaya pemerintah untuk mendorong swasembada pangan dan ketahanan iklim tanpa mengorbankan identitas budaya lokal, sekaligus menempatkan perempuan sebagai aktor pembangunan.
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menambahkan bahwa perempuan di pedesaan memegang peranan sentral dalam pariwisata restoratif dan pelestarian lingkungan. Ia menegaskan bahwa perempuan desa merupakan jantung pariwisata restoratif, pusat pelestarian lingkungan, dan penggerak ekonomi keluarga yang menjadi kekuatan nyata ekonomi restoratif.
Kunstkring Dialogue, yang digagas oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) bersama Penabulu-Oxfam, menjadi wadah bagi pembuat kebijakan, akademisi, praktisi, dan masyarakat adat untuk bertukar gagasan dan membangun komitmen. Dialog ini merupakan bagian dari pameran wastra "Weaving Wonders: Tenun, Pangan, Energi, dan Perempuan - Dari Warisan ke Kekuatan Ekonomi". Dengan tema "Ekosistem Pendukung Ekonomi Restoratif: Kebijakan dan Layanan bagi Inisiatif Lokal", forum ini menegaskan bahwa ekonomi restoratif Indonesia harus dibangun di atas kemandirian dan pemberdayaan perempuan di berbagai tingkatan.
Forum dialog kebijakan ini berlangsung dalam dua sesi yang menghadirkan pejabat tinggi pemerintah pusat. Sesi pertama dipandu oleh jurnalis senior Desi Anwar, dengan pemantik diskusi Alamsyah Saragih, serta enam panelis termasuk Mendes PDTT Yandri Susanto, Wamen PPPA Veronica Tan, Wamenprein Faisol Riza, Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa, dan Dirjen Perhutanan Sosial Kemenhut Catur Endah Prasetiani.