bytedaily
Senin, 24 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Peneliti BRIN Ungkap Jejak Danau Purba di Bawah Bandung, Waspadai Potensi Likuefaksi Saat Gempa

Redaksi 24 Agustus 2026 2 views
Peneliti BRIN Ungkap Jejak Danau Purba di Bawah Bandung, Waspadai Potensi Likuefaksi Saat Gempa
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi bahwa wilayah Cekungan Bandung dulunya merupakan sebuah danau purba. Keberadaan danau purba ini memiliki implikasi penting terkait potensi bencana likuefaksi apabila terjadi gempa besar di kawasan Bandung Raya.

Menurut Edi Hidayat, peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, endapan yang ditinggalkan oleh Danau Bandung purba menjadi faktor krusial yang perlu diwaspadai. Karakteristik material endapan tersebut berpotensi memperkuat efek guncangan saat gempa terjadi.

BRIN telah melakukan penelitian geologi melalui pengeboran untuk menemukan endapan di area bekas danau dan rawa, guna membuktikan keberadaan Danau Purba Bandung. Endapan ini terbentuk melalui proses geologi yang memakan waktu puluhan ribu tahun.

Edi menjelaskan bahwa pembentukan Danau Bandung Purba berkaitan erat dengan aktivitas vulkanik Gunung Sunda. Letusan gunung tersebut menghasilkan material vulkanik yang membendung aliran Sungai Citarum purba, menyebabkan air tergenang di Cekungan Bandung dan membentuk sebuah danau. Perkiraan waktu terbentuknya danau ini adalah sekitar 90 ribu tahun lalu, dan berlangsung hingga sekitar 16 ribu tahun lalu.

Seiring waktu, air danau tersebut menemukan jalur keluar dengan mengikis batuan melalui zona rekahan, yang kini dikenal sebagai kawasan Curug Jompong. Proses alami ini, bersama faktor lainnya, menyebabkan genangan air secara bertahap menyusut hingga terbentuk bentang Cekungan Bandung seperti yang ada saat ini. Namun, pengeringan danau tidak serta-merta menghilangkan seluruh material endapan yang telah terakumulasi selama ribuan tahun.

Edi menekankan pentingnya memahami hal ini dalam konteks kebencanaan. Hasil pengeboran menunjukkan adanya endapan rawa yang kaya akan materi organik, lapisan lempung, endapan vulkanik, serta sisipan lapisan pasir. Sebagian dari endapan ini belum mengalami proses litifikasi, konsolidasi, dan pemadatan yang sempurna, sehingga kondisinya relatif lebih lunak dibandingkan batuan keras di sekeliling cekungan.

Karakteristik endapan yang belum terkonsolidasi dengan baik ini menjadi perhatian utama ketika Cekungan Bandung berpotensi menerima gelombang gempa. Perbedaan karakteristik antara batuan keras dan endapan lunak di dalam cekungan dapat menimbulkan fenomena amplifikasi, yaitu penguatan guncangan gempa pada lapisan tanah tertentu.

Kondisi ini relevan mengingat lokasi Bandung yang tidak berjauhan dari sejumlah sumber gempa bumi darat, salah satunya adalah Sesar Lembang yang membentang sepanjang kurang lebih 29 kilometer.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.