bytedaily - Perkembangan peralatan pemadam kebakaran berbasis kendaraan telah mengalami kemajuan pesat sejak penemu asal Inggris, Richard Newsham, mematenkan mesin pemadam api (fire engine) pertama pada tahun 1721. Mesin yang ditarik kuda ini menggabungkan pompa dengan tuas panjang pada sasis kayu yang sangat lincah, memungkinkan dua petugas pemadam kebakaran, masing-masing di ujung tuas, untuk memompa air melalui selang kulit. Sementara itu, truk pemadam kebakaran (fire truck) pertama umumnya tercatat pada awal abad ke-19, setidaknya di Amerika Serikat. Sebagai contoh, terdapat bukti bahwa Rochester, New York, membeli truk pengait dan tangga (hook-and-ladder truck) pertamanya pada tahun 1824 seharga 50 dolar.
Perbedaan antara fire engine dan fire truck terletak pada fungsinya. 'Fire engine' merujuk pada kendaraan yang dirancang untuk membawa dan memompa air, sedangkan 'fire truck' umumnya membawa peralatan tambahan, seperti tangga udara (aerial ladders), untuk membantu memadamkan api. Konsep di balik fire engine, yaitu penggunaan pompa untuk menyalurkan semburan air bertekanan, sudah ada sejak abad ketiga Sebelum Masehi, ketika Ctesibius menciptakan pompa air piston yang dioperasikan dengan tangan. Prinsip ini masih digunakan dalam pemadaman kebakaran hingga tahun 1800-an.
Pada tahun 1840-an, tenaga uap mulai menggantikan tenaga manusia untuk pompa, meskipun belum untuk kendaraan itu sendiri. Mesin pembakaran dalam kemudian mengambil alih keduanya pada tahun 1920-an. Dalam beberapa kasus, kendaraan ini memerlukan dua mesin, satu untuk kendaraan dan satu lagi terpisah untuk pompa. Konfigurasi dua mesin ini masih digunakan hingga saat ini. Salah satu fire engine terbesar di dunia, Oshkosh P-15, dirancang untuk menangani kebakaran bandara dengan sepasang mesin Detroit Diesel V8 berkekuatan 495 tenaga kuda.
Seperti yang disebutkan, truk pemadam kebakaran dengan pengait dan tangga telah beroperasi pada dekade awal abad ke-19. Namun, era modern untuk fire truck (bukan fire engine) dapat dikatakan dimulai pada tahun 1868 berkat Daniel Hayes. 'Hayes Extension Hook and Ladder Truck and Fire Escape' diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pemadaman kebakaran di kota-kota yang berkembang pesat, di mana bangunan yang semakin tinggi semakin sulit dijangkau oleh petugas pemadam kebakaran dengan aman. Upaya sebelumnya dengan tangga panjang seringkali berakhir dengan kegagalan, bahkan kematian, tetapi sistem Hayes terbukti mampu mengatasi tugas tersebut.
Dengan empat hingga enam petugas pemadam kebakaran mengoperasikan engkol, tangga teleskopik Hayes dapat dinaikkan hingga ketinggian 85 kaki dalam waktu kurang dari 40 detik. Selain itu, dengan memasang platform tangga pada meja putar (turntable), kru memiliki tugas yang lebih mudah dalam memposisikan tangga secara optimal. Saat ini, tangga truk pemadam kebakaran bergaya meja putar terbesar di dunia, yang terdapat pada Magirus M68L, memiliki ketinggian kerja 223 kaki. Beberapa pihak berpendapat bahwa truk pemadam kebakaran besar seperti ini membahayakan keselamatan di jalan raya dan jelas tidak cocok untuk Formula Drift.
Tentu saja, truk tangga biasanya juga dilengkapi peralatan lain di dalamnya, termasuk alat penyelamat hidrolik khusus seperti 'Jaws of Life'. Terdapat pula truk yang berfungsi ganda dengan membawa air dan tangga. Faktanya, truk 'quint' melakukan tugas ganda hingga lima kali lipat. Kendaraan ini dapat membawa lima perlengkapan inti pemadam kebakaran: air, pompa, selang, tangga darat, dan tangga udara.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.