bytedaily - Perusahaan derek di Connecticut diduga mengabaikan undang-undang baru yang dirancang untuk melindungi warga berpenghasilan rendah dari praktik penarikan kendaraan yang dianggap memeras. Laporan dari Connecticut Mirror dan ProPublica selama satu setengah tahun terakhir mengungkap bagaimana undang-undang negara bagian sebelumnya lebih menguntungkan perusahaan derek, terutama merugikan masyarakat berpenghasilan rendah.
Undang-undang baru yang berlaku sejak Oktober lalu, yang dikenal sebagai "Bill of Rights Konsumen Derek Non-Konsensual Connecticut", seharusnya memberikan perlindungan bagi warga yang tinggal di kompleks apartemen. Perlindungan ini mencakup kewajiban bagi pengelola kompleks untuk memasang rambu peringatan bahwa kendaraan yang parkir sembarangan dapat diderek, serta mewajibkan perusahaan derek memberikan pemberitahuan kepada pemilik sebelum menderek kendaraan karena pelanggaran kecil seperti tidak menampilkan izin parkir atau parkir di tempat yang salah.
Selain itu, perusahaan derek juga diwajibkan menyediakan layanan setelah jam kerja dan menerima pembayaran menggunakan kartu kredit, serta memberikan kembalian jika pembayaran dilakukan tunai. Namun, beberapa perusahaan derek dilaporkan masih mengabaikan ketentuan ini.
Sebuah artikel yang diterbitkan CT Mirror pada 27 April lalu menceritakan pengalaman pasangan yang kendaraannya diderek dari lahan parkir kompleks apartemen mereka karena dituduh tidak menampilkan izin parkir dengan benar, meskipun mereka memiliki bukti foto sebaliknya. Ketika pasangan tersebut mendatangi tempat penarikan kendaraan, lokasi tersebut sudah tutup tanpa ada karyawan yang hadir, sehingga mereka terpaksa menanggung biaya penyimpanan tambahan. Setelah berhasil mengumpulkan uang untuk mengambil kembali mobil mereka, perusahaan derek menuntut pembayaran tunai dan memaksa pasangan tersebut untuk berdebat agar mendapatkan kembalian yang seharusnya.
Beberapa penyewa melaporkan kendaraan mereka diderek setelah melaporkan masalah kondisi perumahan atau bergabung dengan serikat pekerja, praktik yang mereka sebut sebagai "retaliasi". Para penyewa juga mengaku melihat truk derek berpatroli di area parkir pada larut malam.
CT Mirror melaporkan bahwa meskipun legislatif mewajibkan sebagian besar penarikan kendaraan tanpa persetujuan dari apartemen dipicu oleh keluhan spesifik, warga mengatakan perusahaan derek terus berpatroli di perumahan umum dan kompleks apartemen berpenghasilan rendah serta menderek mobil karena pelanggaran kecil. Praktik penarikan kendaraan yang dianggap predatoris ini cenderung berdampak tidak proporsional pada wilayah dengan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dan populasi penduduk kulit hitam serta Hispanik yang lebih besar. Departemen Kendaraan Bermotor Connecticut menyatakan belum menerima keluhan mengenai perusahaan derek yang tidak mematuhi undang-undang baru tersebut, dan jumlah keluhan penarikan kendaraan secara keseluruhan justru menurun.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.