bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 01:41 WIB

Perusahaan Indonesia Bersiap Manfaatkan Agentic AI untuk Otomatisasi Bisnis Kompleks

Redaksi 23 Juni 2026 9 views
Perusahaan Indonesia Bersiap Manfaatkan Agentic AI untuk Otomatisasi Bisnis Kompleks
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai mempersiapkan infrastruktur untuk mengadopsi teknologi agentic AI. Perkembangan ini didorong oleh kebutuhan perusahaan yang semakin meningkat untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) guna mengotomatisasi proses bisnis yang kompleks dan meningkatkan efisiensi operasional.

Drife, yang merupakan anak usaha IDstar Group, telah mendapatkan status UiPath Platinum Partner dan UiPath Agentic Automation Fast Track Partner. Pengakuan ini memperkuat posisi Drife dalam menyediakan solusi otomatisasi berbasis AI untuk sektor korporasi di Indonesia.

Sebuah laporan dari UiPath, yaitu UiPath 2025 Agentic AI Report, menunjukkan bahwa 90 persen eksekutif teknologi informasi meyakini proses bisnis di organisasi mereka dapat ditingkatkan dengan agentic AI. Selain itu, 77 persen eksekutif menyatakan kesiapan untuk berinvestasi pada teknologi ini dalam tahun berjalan.

CEO IDstar Group, Ferdinand Prasetyo, menjelaskan bahwa permintaan perusahaan terhadap otomatisasi kini melampaui penanganan tugas repetitif. "Kami melihat semakin banyak perusahaan membutuhkan automation yang tidak hanya menangani tugas repetitif, tetapi juga menghubungkan data, sistem, manusia, robot, dan AI agents ke dalam workflow yang lebih cerdas. Dengan dukungan ekosistem UiPath, kami kini memiliki kapabilitas yang lebih kuat untuk membantu organisasi membangun automation yang scalable, terukur, dan berdampak bagi operasional bisnis," ujar Ferdinand.

Agentic automation merupakan teknologi yang mengintegrasikan AI, otomatisasi, dan orkestrasi untuk pengelolaan proses bisnis yang lebih terpadu. Teknologi ini memungkinkan AI agents, robot, dan manusia untuk bekerja dalam satu alur kerja yang sama, dengan tetap mempertahankan pengawasan manusia pada proses pengambilan keputusan.

Berbeda dengan otomatisasi konvensional yang berfokus pada tugas tunggal, agentic automation dirancang untuk mengelola proses bisnis secara menyeluruh, termasuk aktivitas yang memerlukan analisis konteks dan koordinasi antar sistem.

Menurut Regional Vice President and Managing Director Southeast Asia UiPath, Amit Khandelwal, teknologi ini diprediksi akan memainkan peran krusial dalam transformasi operasional perusahaan. "Agentic automation merupakan peluang signifikan bagi organisasi yang ingin mentransformasi cara kerja mereka. Terlebih, AI agents diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga 450 miliar dolar AS pada 2028," ungkap Amit.

Amit juga menekankan pentingnya dukungan mitra yang mampu menerjemahkan inovasi AI menjadi implementasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Ke depannya, Drife dan IDstar berencana untuk mengembangkan implementasi agentic automation pada berbagai fungsi bisnis, mencakup keuangan, pengelolaan dokumen, layanan pelanggan, sumber daya manusia, kepatuhan, pelaporan, hingga proses bisnis lintas sistem yang memerlukan orkestrasi data dan pengambilan keputusan yang lebih kompleks.

Perkembangan agentic automation menandai pergeseran dalam transformasi digital sektor korporasi, dari sekadar digitalisasi proses menuju integrasi AI yang lebih mendalam untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas pengambilan keputusan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.