bytedaily - Melansir laporan dari twz.com, sebuah video yang beredar menunjukkan pesawat tempur Prancis, Rafale, berhasil menembak jatuh sebuah drone di wilayah udara Latvia. Insiden ini menjadi sorotan karena menjadi rekaman pertama di Eropa yang mendokumentasikan peristiwa semacam itu, sekaligus menggarisbawahi tantangan yang semakin meningkat dari ancaman drone terhadap misi penjagaan udara NATO.
Angkatan Udara dan Antariksa Prancis mengonfirmasi bahwa pesawat Rafale yang sedang bertugas dalam misi NATO Baltic Air Policing di Lithuania dikerahkan untuk merespons masuknya drone tersebut. Setelah teridentifikasi, drone tersebut berhasil dilumpuhkan oleh salah satu pesawat tempur di atas area yang tidak berpenghuni. Pernyataan resmi dari angkatan udara Prancis menyebutkan bahwa insiden ini merupakan 'demonstrasi komitmen Angkatan Bersenjata Prancis untuk berkontribusi pada keamanan sisi timur Eropa'.
Ini bukan pertama kalinya pesawat tempur NATO menembak jatuh drone di wilayah Baltik sebagai bagian dari misi Baltic Air Policing. Sebelumnya, pada 19 Mei tahun ini, sebuah F-16 Rumania menembak jatuh drone Ukraina di Estonia setelah drone tersebut memasuki wilayah udara NATO, yang diduga akibat gangguan perang elektronik dari Rusia. Pada September tahun lalu, pesawat tempur NATO juga dilaporkan menembak jatuh setidaknya tiga hingga empat drone Rusia setelah terjadi pelanggaran wilayah udara Polandia.
Namun, kejadian kali ini menjadi yang pertama kali terekam kamera. Setidaknya dua video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen penembakan drone tersebut. Salah satu video menampilkan saat pesawat Rafale meluncurkan rudal udara-ke-udara yang kemudian meledak beberapa detik kemudian. Video lain dari sudut pandang berbeda menunjukkan dampak langsung setelah penembakan, dengan jejak lain terlihat di latar belakang, meskipun belum jelas apakah itu berasal dari peluncuran rudal sebelumnya atau jejak kondensasi dari pesawat lain.