bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 16:45 WIB

Petani Sawit Sambut Baik Upaya Mentan Amran Stabilkan Harga TBS

Redaksi 09 Juni 2026 13 views
Petani Sawit Sambut Baik Upaya Mentan Amran Stabilkan Harga TBS
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, para petani kelapa sawit menyambut positif langkah cepat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam upaya memulihkan dan menstabilkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Hal ini disampaikan langsung oleh perwakilan petani dari berbagai sentra sawit seperti Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, dan Banten dalam Rapat Koordinasi Pengembangan dan Upaya Stabilisasi Harga TBS Kelapa Sawit di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta.

Ardiansyah Saragih, seorang petani dari Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, menyatakan bahwa kebijakan dan perhatian pemerintah memberikan harapan baru. Ia melihat harga TBS yang sempat anjlok kini mulai merangkak naik, dan berharap rapat tersebut dapat mendorong harga kembali ke posisi yang menguntungkan. Ardiansyah juga mengapresiasi paparan Mentan mengenai tren positif harga CPO dunia, penguatan dolar AS, serta tingginya permintaan ekspor yang dinilainya memberikan prospek cerah bagi harga sawit di masa depan.

Sementara itu, Septriadi, petani asal Sumatera Selatan, mengakui bahwa harga TBS yang mengacu pada dinas perkebunan masih berada pada tingkat yang layak, dengan kisaran Rp 3.499 per kilogram untuk sawit berusia lima tahun. Namun, ia menyoroti adanya petani yang terpaksa menjual hasil panennya ke tengkulak dengan harga lebih rendah karena tidak memenuhi standar pembelian perusahaan mitra. Oleh karena itu, ia berharap harga dapat kembali normal seperti sebelumnya.

Di Lampung Tengah, Hulibarawan melaporkan harga TBS sudah mencapai sekitar Rp 3.200 per kilogram, mendekati harga standar provinsi sebesar Rp 3.350 per kilogram. Ia merasa cukup nyaman dengan kondisi saat ini, namun tetap berharap harga sawit dapat terus distabilkan mengingat sempat terjadi penurunan harga yang drastis sebelumnya.

Kondisi yang sedikit berbeda masih dihadapi petani sawit di Banten. Aryadi dari Pandeglang menyebutkan harga TBS di tingkat pabrik berkisar Rp 2.500 per kilogram. Meskipun pendapatan bersih yang diterima petani lebih rendah setelah dipotong berbagai biaya, ia mengakui adanya perbaikan dibandingkan periode sebelumnya. Aryadi menambahkan bahwa gerakan Kementan yang mengingatkan perusahaan dan pabrik kelapa sawit untuk menaikkan harga TBS telah memberikan dampak positif, dan ia berharap harga di Banten dapat terus membaik menyamai provinsi lain.

Menurut Aryadi, kehadiran pemerintah sangat krusial untuk memastikan petani sawit di daerah yang belum memiliki mekanisme pasar yang memadai mendapatkan perlindungan dan harga yang layak.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.