bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 08:58 WIB

PHK Massal ClickUp: Potensi Peran AI dalam Perubahan Lanskap Pekerjaan

Redaksi 26 Mei 2026 18 views
PHK Massal ClickUp: Potensi Peran AI dalam Perubahan Lanskap Pekerjaan
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - CEO perusahaan startup perangkat lunak kolaborasi, ClickUp, Zeb Evans, mengumumkan pengurangan 22% tenaga kerja perusahaan tersebut. Evans mengklaim bahwa langkah ini bukan murni pemotongan biaya, melainkan sebuah strategi radikal untuk merangkul kecerdasan buatan (AI) yang akan membawa perusahaan ke level selanjutnya. Perusahaan ini terakhir kali dinilai senilai $4 miliar pada tahun 2021.

Menurut Evans, penghematan dari perubahan ini akan dialokasikan kembali kepada karyawan yang bertahan, dengan rencana memperkenalkan kisaran gaji jutaan dolar. Karyawan yang mampu memberikan kontribusi luar biasa melalui pemanfaatan AI akan mendapatkan kompensasi di luar batas tradisional.

ClickUp dilaporkan telah mengimplementasikan sekitar 3.000 agen AI internal untuk menangani berbagai tugas kompleks. Alih-alih melakukan pekerjaan itu sendiri, karyawan kini diharapkan untuk mengarahkan agen-agen AI ini dan meninjau hasilnya guna memastikan standar perusahaan terpenuhi. Tujuan Evans, sebagaimana disampaikan melalui platform X, adalah untuk mendorong ClickUp menjadi organisasi "100x" dengan bantuan AI.

Harapan akan peningkatan produktivitas masif melalui agen AI tidak hanya dimiliki ClickUp. Sebuah survei Gartner menemukan bahwa sekitar 80% perusahaan yang menggunakan teknologi otonom telah melakukan pemangkasan pekerjaan. Namun, studi tersebut juga mencatat bahwa pengurangan tenaga kerja ini tidak selalu berujung pada imbal hasil finansial yang signifikan.

Meskipun temuan Gartner mengindikasikan bahwa beberapa perusahaan menggunakan AI sebagai dalih untuk merampingkan organisasi, ClickUp menyatakan hal tersebut tidak berlaku bagi mereka. Evans mengonfirmasi kepada TechCrunch melalui email bahwa startup tersebut memang telah merasakan peningkatan produktivitas dari agen AI. Efisiensi ini tidak hanya diukur secara internal, tetapi juga akan diintegrasikan ke dalam produk yang akan datang untuk pelanggan.

Evans menekankan bahwa metrik yang diukur adalah nilai yang diciptakan dan waktu yang dihemat, bukan sekadar konsumsi token AI. Konsep "tokenmaxxing", yaitu memantau konsumsi token karyawan sebagai indikator adopsi AI, dikritik karena berpotensi hanya meningkatkan pengeluaran AI tanpa jaminan nilai tambah.

"Orang-orang yang mengotomatisasi pekerjaan mereka dengan AI akan selalu memiliki pekerjaan," ujar Evans. Namun, ia juga memperingatkan bahwa jika AI terus mengambil alih lebih banyak tugas, ClickUp pada akhirnya akan membutuhkan lebih sedikit karyawan, dan mereka yang gagal mengotomatisasi fungsi mereka secara efektif mungkin akan tereliminasi.

Sebagai contoh ekstrem, startup Polsia yang berusia satu tahun, yang diklaim menangani semua operasi perangkat lunak untuk solopreneur, hanya dijalankan oleh satu orang, yaitu pendiri dan CEO-nya, Ben Broca. Efisiensi ini dilaporkan membuahkan hasil, dengan Polsia baru saja menggalang dana sebesar $30 juta dengan valuasi $250 juta.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.