bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 08:06 WIB

Prabowo Targetkan Bursa Komoditas dan Pasar Modal Indonesia Berkembang Pesat

Redaksi 16 Agustus 2026 6 views
Prabowo Targetkan Bursa Komoditas dan Pasar Modal Indonesia Berkembang Pesat
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir dari ekonomi.republika.co.id, Presiden RI berencana memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas strategis global dengan mendirikan bursa mineral dan komoditas strategis di dalam negeri. Kebijakan ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga mampu menentukan harga komoditas yang selama ini banyak diatur di pasar internasional.

Prabowo Subianto menyatakan bahwa rencana pendirian Bursa Mineral dan Komoditas Strategis ini merupakan tahap lanjutan dari kebijakan ekspor satu pintu. Beliau mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen berbagai komoditas penting dunia, seperti kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, dan karet. Dengan adanya bursa komoditas sendiri, Indonesia diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih kuat di pasar global.

Target awal untuk penyelenggaraan Bursa Komoditas sendiri adalah pada 1 Januari 2027. Keberadaan bursa ini diharapkan menjadi landasan pembentukan 'Indonesia reference price' atau harga referensi Indonesia untuk komoditas utama ekspor. Pemerintah berambisi menciptakan pasar yang dalam, transparan, likuid, dan terpercaya bagi pelaku perdagangan internasional, sehingga seluruh pemangku kepentingan seperti produsen, petani, eksportir, pembeli, dan investor dapat bertransaksi dalam satu sistem yang transparan.

Selain itu, pemerintah juga akan melanjutkan reformasi pasar modal melalui proses demutualisasi. Langkah ini diharapkan dapat membawa pasar modal Indonesia ke standar internasional dan berpotensi menjadikannya salah satu yang terbesar di dunia. Reformasi ini juga diharapkan membuka peluang bagi perusahaan rintisan, pengusaha, dan pelaku usaha nasional untuk mendapatkan pendanaan tambahan dan mengembangkan skala bisnis mereka.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.