bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 09:58 WIB

Prancis Tak Akan Ubah Gaya Menyerang Meski Dihadang Lini Pertahanan Solid Swedia

Redaksi 30 Juni 2026 7 views
Prancis Tak Akan Ubah Gaya Menyerang Meski Dihadang Lini Pertahanan Solid Swedia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Pelatih Tim Nasional Prancis, Didier Deschamps, menyatakan bahwa timnya tidak akan mengubah pendekatan menyerang yang agresif dalam menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Ia menegaskan bahwa Prancis memiliki kapasitas untuk terus menebar ancaman kepada lawan-lawannya.

Pertandingan mendatang menjadi momen kembalinya Deschamps ke dalam tim setelah mengambil jeda berduka atas meninggalnya sang ibunda. Ia mengaku sangat terkesan dengan dukungan yang diberikan oleh seluruh elemen tim selama masa sulit tersebut.

Prancis berhasil melaju ke fase gugur sebagai juara grup dengan catatan impresif mencetak 10 gol dalam tiga pertandingan. Meskipun lini serang mereka dinilai tajam, beberapa pengamat mengkritik pertahanan tim yang dianggap terlalu banyak memberikan ruang bagi lawan. Namun, Deschamps membela gaya bermain timnya dengan membandingkannya dengan strategi yang digunakan tim lain di Piala Dunia sebelumnya.

"Kami mencetak 10 gol di fase grup dan seharusnya bisa lebih. Kami memang memberikan terlalu banyak peluang bagi lawan, dan saya tahu beberapa orang bertanya-tanya: apakah kami bisa terus bermain seperti ini? Namun, kami melakukan hal yang sama empat tahun lalu di Qatar, dan tim lain juga melakukannya," ujar Deschamps. Ia menambahkan bahwa fokus utama saat menguasai bola adalah efisiensi, namun kemampuan menciptakan peluang tetap menjadi kekuatan utama yang tidak akan diubah.

Deschamps juga menekankan bahwa status tim favorit tidak akan membuat para pemainnya menjadi jumawa, dan menganggap babak 32 besar sebagai awal dari kompetisi yang baru.

Sebelumnya, permohonan tim Prancis kepada FIFA untuk mengenakan ban lengan hitam sebagai bentuk belasungkawa terhadap ibu Deschamps ditolak. Namun, Deschamps menyatakan tidak terlalu mempermasalahkan keputusan tersebut, karena dukungan yang ia terima dari pemain dan staf sudah lebih dari cukup.

Gelandang Prancis, Adrien Rabiot, mengungkapkan bahwa seluruh pemain memiliki motivasi ganda untuk memenangkan trofi demi sang pelatih. Ia menyatakan bahwa tim sangat bersatu dan memahami apa yang sedang dilalui Deschamps.

Mengenai kekuatan Swedia, Deschamps memuji tim lawan sebagai tim yang solid dengan kualitas lini serang yang mumpuni, yang diperkuat oleh tiga penyerang berbahaya yang bermain di klub-klub besar Eropa. Ia juga mengingatkan untuk mewaspadai bola mati dan lemparan ke dalam jarak jauh dari Swedia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.