bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Prototipe Rumah BRIN Tahan Gempa NTT, Struktur Tetap Utuh Pasca Guncangan M7,7

Redaksi 20 Agustus 2026 4 views
Prototipe Rumah BRIN Tahan Gempa NTT, Struktur Tetap Utuh Pasca Guncangan M7,7
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, tiga unit rumah prototipe yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dilaporkan tidak mengalami kerusakan struktural signifikan setelah diguncang gempa bermagnitudo M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Ketiga rumah tersebut berlokasi di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Sebelumnya, BRIN membangun ketiga prototipe rumah cepat bangun ini sebagai bagian dari upaya pengembangan teknologi konstruksi yang tahan terhadap gempa, yang dilaksanakan pada periode 2021-2022. Hunian yang dikembangkan ini berpotensi untuk dipertimbangkan dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi rumah masyarakat di daerah rawan bencana.

Berdasarkan hasil pemantauan pascagempa, tidak ditemukan adanya keretakan pada bagian dinding, kolom, maupun fondasi bangunan. Kerusakan yang tercatat bersifat kosmetik, seperti terlepasnya beberapa keramik dinding kamar mandi dari ikatan semen pada panel Sandwich EPS dan pecahnya keramik akibat guncangan.

Vian Marantha Haryanto, Perekayasa Ahli Muda BRIN, menjelaskan bahwa rumah prototipe ini dirancang khusus dengan teknologi konstruksi tahan gempa untuk diaplikasikan di wilayah dengan risiko kegempaan tinggi, seperti NTT. Menurutnya, hasil ini membuktikan bahwa desain dan metode konstruksi yang diterapkan mampu melindungi struktur bangunan dan keselamatan penghuninya, bahkan saat menghadapi gempa besar.

Meskipun hasil pemantauan lapangan menunjukkan kondisi struktur yang baik, BRIN berencana untuk melakukan pengujian lebih lanjut di laboratorium guna mendapatkan validasi teknis. Pengujian yang direncanakan akan menggunakan uji siklik sesuai SNI 3966:2012 di laboratorium Pusat Riset Kekuatan Struktur dan dijadwalkan dilaksanakan pada tahun 2026. Gempa yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 dianggap sebagai ujian lapangan bagi teknologi tersebut.

Dalam dokumentasi kondisi bangunan per 16 Agustus 2026, ketiga prototipe rumah BRIN dilaporkan tetap berdiri kokoh, berbeda dengan bangunan SD Rangko yang mengalami kerusakan struktural akibat gempa.

Kinerja ketiga prototipe ini dinilai penting sebagai bagian dari evaluasi pengembangan rumah modular tahan gempa yang telah dilakukan BRIN sejak 2019, termasuk pembangunan di Kabupaten Tangerang, prototipe rumah dua lantai di Kabupaten Lebak, serta tiga unit di NTT.

BRIN juga telah menyempurnakan teknologi konstruksi, seperti pada rumah modular tahan gempa generasi kedua yang dilengkapi teknologi rubber bearing seismic untuk meredam getaran gempa. Teknologi ini memanfaatkan karet alam atau polimer elastis untuk memisahkan struktur bagian bawah dan atas bangunan, sehingga dapat mengurangi dampak guncangan gempa.

Hasil evaluasi terhadap tiga rumah di Labuan Bajo ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN mendorong pemerintah untuk mempercepat pemulihan rumah warga terdampak dengan mengadopsi standar konstruksi tahan gempa dan mereplikasi model rumah tahan gempa ini secara lebih luas.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.