bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 18:21 WIB

Ramp Raih Pendanaan $750 Juta dengan Valuasi $44 Miliar, Didorong Minat Investor pada Fintech Berbasis AI

Redaksi 05 Juni 2026 13 views
Ramp Raih Pendanaan $750 Juta dengan Valuasi $44 Miliar, Didorong Minat Investor pada Fintech Berbasis AI
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, platform manajemen pengeluaran perusahaan, Ramp, mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka telah berhasil mengumpulkan dana sebesar $750 juta dengan valuasi $44 miliar. Pencapaian ini hampir tiga kali lipat valuasi perusahaan dalam kurun waktu satu tahun, seiring dengan meningkatnya minat investor untuk berinvestasi di startup yang berkembang pesat.

Putaran pendanaan ini dipimpin oleh ICONIQ, GIC, dan Ontario Teachers’ Pension Plan. Selain itu, putaran ini juga melibatkan sejumlah investor baru seperti Goldman Sachs Alternatives, D.E. Shaw & Co., Morgan Stanley Investment Management, Generation Investment Management, Insight Partners, dan BroadLight Capital. Beberapa investor lama Ramp juga turut berpartisipasi.

Ramp menyatakan bahwa pendapatan tahunan mereka saat ini telah melampaui $1 miliar, meskipun tonggak sejarah tersebut telah dicapai sejak September lalu. Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa pendapatan _run-rate_ perusahaan kini melebihi $1,5 miliar. Perusahaan juga mengklaim telah mencapai arus kas bebas positif dan memiliki lebih dari 70.000 pelanggan, meningkat dari 50.000 pelanggan pada November lalu. Pelanggan terkemuka Ramp termasuk Visa, Uber, Shopify, Anduril, dan Figma.

Awalnya menargetkan startup, Ramp kini telah memperluas jangkauannya untuk mencakup layanan pembayaran, deteksi penipuan, pengadaan, manajemen vendor, dan bahkan akuntansi.

Ramp juga membangun narasi seputar kecerdasan buatan (AI) dengan menawarkan agen AI dalam produk pengadaan, manajemen pengeluaran, akuntansi, penganggaran, dan lainnya. Perusahaan bahkan meluncurkan kartu kredit perusahaan yang dirancang khusus untuk digunakan oleh agen AI.

Dalam sebuah posting blog yang panjang, CEO Eric Glyman menyampaikan bahwa perusahaannya tengah mengembangkan produk yang dapat membantu bisnis memantau penggunaan token AI di berbagai penyedia layanan. Ramp juga sedang membangun infrastruktur untuk memungkinkan agen AI melakukan pembayaran atas nama pengguna. Perusahaan mencatat bahwa sebagian dari pertumbuhan terbarunya juga berasal dari pengelolaan pengeluaran token.

Penggunaan dan biaya token AI menjadi sorotan belakangan ini seiring dengan upaya perusahaan mencari _return on investment_ (ROI) dari AI dan mengendalikan pengeluaran terkait penggunaannya. Uber baru-baru ini menetapkan batas $1.500 per karyawan untuk penggunaan alat AI setelah menghabiskan seluruh anggaran AI mereka untuk tahun 2026 hanya dalam empat bulan.

Ramp kini bertaruh bahwa kemampuan membantu perusahaan mengukur dan mengendalikan biaya-biaya tersebut akan membuka aliran pendapatan baru.

Bloomberg mengutip Glyman yang menyatakan bahwa Ramp memiliki ambisi untuk melakukan penawaran umum perdana (_go public_) di masa depan, meskipun ia tidak merinci kapan.

Perusahaan telah mengumpulkan total pendanaan lebih dari $3 miliar hingga saat ini.

Pesaing Ramp termasuk Brex, yang diakuisisi oleh Capital One senilai $5,15 miliar tahun ini dalam kesepakatan tunai dan saham, serta Rippling, startup lain yang memiliki valuasi tinggi, meskipun Rippling menggabungkan manajemen pengeluaran dengan alat HR, IT, dan penggajian.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.