bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, kreator konten Raymond Chin menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) Gemini telah membantunya terhindar dari potensi masalah hukum selama beberapa tahun terakhir. Ia mengungkapkan hal ini dalam acara perilisan laporan Gemini Asia Tenggara pada Selasa (14/7).
Raymond menjelaskan bahwa sebagai kreator konten yang sering membahas topik sensitif seperti ekonomi, geopolitik, politik, dan agama, ia menggunakan Gemini untuk memverifikasi apakah konten yang dibuatnya berpotensi menimbulkan masalah. Menurutnya, validitas fakta sangat krusial, terutama saat membahas isu-isu ekonomi, bisnis, dan politik.
Lebih lanjut, Raymond mengapresiasi kemampuan Gemini dalam memahami nuansa lokal di Indonesia. Ia merasa AI tersebut mampu menangkap konteks di balik kemunculan suatu isu dan alasan di baliknya, yang menurutnya penting saat membahas topik sensitif di Indonesia. Kemampuan Gemini dalam memproses berbagai format informasi (multi-modality) dinilai sangat membantu, terutama dalam memahami nuansa lokal dan bahasa, yang menurutnya tidak sebaik AI lain yang pernah ia coba.
Raymond juga menyoroti kecepatan Gemini dalam menganalisis video. Ia membandingkan proses Gemini yang dapat langsung memproses tautan video YouTube dalam hitungan detik, berbeda dengan AI lain yang memerlukan proses lebih rumit. Hal ini ia sebut sebagai salah satu fitur terbaik Gemini yang membantunya tetap aman dari persoalan hukum.
Sementara itu, Sapna Chadha, Wakil Presiden Google untuk Asia Tenggara, melaporkan pertumbuhan penggunaan harian Gemini yang pesat. Aplikasi Gemini kini telah digunakan oleh lebih dari 900 juta pengguna di 230 negara dan dalam 70 bahasa, menjadikannya asisten AI yang paling banyak diakses secara global. Khusus di Asia Tenggara, pengguna aktif aplikasi Gemini dilaporkan melonjak lebih dari dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir, mencatat rekor pertumbuhan tercepat dibandingkan aplikasi Google lainnya di kawasan tersebut.
Sapna menambahkan bahwa Gemini bahkan menjadi asisten AI yang paling banyak dicari di negara-negara seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Tren pencarian Google ini mencerminkan adopsi Gemini sebagai mitra sehari-hari. Pengguna dilaporkan kembali menggunakan aplikasi ini 50 persen lebih sering dan melipatgandakan jumlah perintah (prompt) rata-rata untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan.