bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 10:21 WIB

Realitas Robotaksi: Waymo Hentikan Operasi di Sejumlah Kota Akibat Cuaca Buruk dan Zona Konstruksi

Redaksi 25 Mei 2026 17 views
Realitas Robotaksi: Waymo Hentikan Operasi di Sejumlah Kota Akibat Cuaca Buruk dan Zona Konstruksi
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, perusahaan robotaksi Waymo menghentikan sementara operasinya di beberapa kota besar Amerika Serikat, termasuk Atlanta, Dallas, Houston, San Antonio, Austin, dan Nashville. Keputusan ini diambil karena kendaraan otonom mereka mengalami kesulitan dalam menghadapi kondisi cuaca buruk seperti hujan deras dan jalan tergenang, serta ketidakmampuan untuk menentukan kapan harus menghindari genangan air.

Selain itu, Waymo juga menghentikan sementara layanan robotaksi di jalan bebas hambatan (freeway) di San Francisco, Los Angeles, Phoenix, dan Miami. Penghentian ini bertujuan untuk meningkatkan performa kendaraan di area konstruksi yang kompleks.

Laporan dari techcrunch.com menyebutkan bahwa penghentian operasi ini merupakan pengingat bahwa peluncuran komersial kendaraan otonom bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Meskipun Waymo dianggap sebagai pemimpin dalam hal jumlah penumpang dan armada robotaksi komersial, perusahaan ini terus menemukan tantangan baru di setiap kota baru yang dimasuki atau kemampuan baru yang dikembangkan.

Dalam berita lain yang dilansir dari techcrunch.com, fokus beralih ke SpaceX, yang baru saja mengajukan penawaran umum perdana (IPO). Laporan tersebut menyoroti hubungan erat antara SpaceX dan Tesla, serta bagaimana Elon Musk mengelola sumber daya antar perusahaannya.

Pengajuan IPO SpaceX mengungkapkan detail transaksi keuangan antara SpaceX dan entitas terafiliasi Musk lainnya, termasuk Tesla. SpaceX tercatat membeli produk penyimpanan energi komersial Tesla, Megapack, senilai $506 juta pada tahun 2025, meningkat hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. SpaceX juga membeli Cybertrucks senilai $131 juta tahun lalu.

Selain itu, SpaceX membayar perusahaan infrastruktur milik Musk, The Boring Company, sebesar $1 juta untuk pembangunan terowongan di Bastrop, Texas. Perusahaan media sosial Musk, X, yang kini telah bergabung dengan SpaceX, juga menghabiskan $1 juta untuk menyewa ruang dari The Boring Company.

Investasi Tesla di xAI, yang kini telah diakuisisi oleh SpaceX, dikonversi menjadi kepemilikan ekuitas di SpaceX. Proyek masa depan yang melibatkan kedua perusahaan termasuk pembangunan fasilitas manufaktur chip bernama Terafab dan platform AI bernama Macrohard, yang akan menggunakan agen otonom untuk membantu pekerjaan manusia.

Situasi ini memunculkan pertanyaan apakah SpaceX dan Tesla akan bergabung di masa depan.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.