bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 04:45 WIB

Roket New Glenn Milik Blue Origin Meledak Saat Uji Coba di Florida

Redaksi 29 Mei 2026 22 views
Roket New Glenn Milik Blue Origin Meledak Saat Uji Coba di Florida
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, roket mega New Glenn milik Blue Origin meledak saat menjalani uji coba di lokasi peluncuran di Cape Canaveral, Florida. Insiden ini terekam melalui siaran langsung dari NASASpaceFlight.com dan SpaceFlight Now, yang kemudian dikonfirmasi oleh Blue Origin.

Perusahaan antariksa milik Jeff Bezos tersebut sedang melakukan uji coba api statis (static fire test) sebagai persiapan peluncuran keempat roket tersebut dalam beberapa minggu mendatang. Peluncuran ini rencananya akan membawa satelit internet Amazon Leo ke luar angkasa. Ledakan yang terjadi saat roket kemungkinan dalam kondisi terisi penuh bahan bakar ini diperkirakan menjadi salah satu ledakan roket terbesar dalam sejarah Amerika Serikat dan kegagalan terburuk yang pernah dialami Blue Origin.

Blue Origin menyatakan melalui postingan di X pada Kamis malam bahwa seluruh personel dalam keadaan selamat. Jeff Bezos juga menuliskan di platform tersebut bahwa mereka aman. Perusahaan belum merinci penyebab pasti insiden tersebut, hanya menyebutkan adanya "anomali" yang terjadi. "Masih terlalu dini untuk mengetahui akar penyebabnya, tetapi kami sudah mulai bekerja untuk menemukannya. Hari yang sangat berat, tetapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu diperbaiki dan kembali terbang. Ini sepadan," ujar Bezos.

Administrator NASA, Bill Nelson, menyatakan dalam postingan pada Kamis malam bahwa badan antariksa tersebut akan "bekerja sama dengan mitra kami untuk mendukung investigasi menyeluruh terhadap anomali ini, menilai dampak misi jangka pendek, dan kembali meluncurkan roket." Otoritas Penerbangan Federal (FAA) AS juga telah menyatakan bahwa mereka mengetahui insiden tersebut dan tidak ada dampak terhadap lalu lintas udara.

Ledakan ini kemungkinan akan memaksa Blue Origin untuk menunda program roket New Glenn dalam jangka waktu yang lama, sembari melakukan investigasi mendalam. Sebelumnya, Blue Origin berencana melakukan hingga 12 peluncuran New Glenn tahun ini, setelah menghabiskan sekitar satu dekade untuk pengembangannya demi bersaing dengan SpaceX milik Elon Musk. Roket ini juga dijadwalkan untuk mendukung misi Artemis NASA ke bulan.

Elon Musk turut berkomentar melalui X, "Sangat disayangkan. Roket itu sulit. Saya harap Anda pulih dengan cepat." Insiden ini terjadi hanya beberapa minggu setelah peluncuran ketiga roket New Glenn yang juga mengalami kegagalan, di mana tahap atas roket gagal menempatkan satelit AST SpaceMobile ke orbit. FAA sebelumnya telah memberikan izin kepada New Glenn untuk terbang kembali setelah Blue Origin menyelesaikan investigasi penyebab kegagalan tersebut.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.