bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 09:57 WIB

Ronald Koeman Pertahankan Keputusan Taktik Lima Bek Meski Belanda Tersingkir

Redaksi 30 Juni 2026 6 views
Ronald Koeman Pertahankan Keputusan Taktik Lima Bek Meski Belanda Tersingkir
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Pelatih tim nasional Belanda, Ronald Koeman, menyatakan tidak akan meminta maaf atas keputusannya menerapkan formasi lima bek saat menghadapi Maroko dalam lanjutan Piala Dunia 2026. Langkah tersebut diambil kendati berujung pada tersingkirnya Belanda di babak 32 besar setelah kalah dalam adu penalti menyusul hasil imbang 1-1 di waktu normal.

Koeman menjelaskan bahwa pilihan taktik tersebut didasarkan pada analisis pertahanan tim. Menurutnya, dengan lima bek, Belanda mampu meminimalkan kebobolan gol dibandingkan saat fase grup, meskipun diakui berdampak pada sisi ofensif. "Dengan pendekatan bertahan ini, kami kebobolan jauh lebih sedikit daripada saat fase grup. Itu sebuah hal positif, tetapi kami juga kurang ofensif," ujar Koeman.

Pelatih berusia 63 tahun itu meyakini, jika Maroko tidak berhasil menyamakan kedudukan di menit akhir pertandingan, keputusannya akan menuai pujian. "Saya juga yakin jika Maroko tidak menyamakan kedudukan dengan gol telat itu, akan ada berbagai macam pujian untuk saya sebagai pelatih Belanda. Tetapi, sekarang mungkin saya akan dicaci maki karena memilih memainkan lima bek. Tetapi sekali lagi, saya yakin itu perlu dilakukan," tegasnya.

Koeman menegaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah cerminan rasa takut terhadap Maroko, melainkan sebuah strategi yang telah dianalisis berdasarkan kekuatan lawan. "Ini bukan tentang rasa takut. Intinya bukan itu sama sekali. Mengapa harus takut? Maksud saya, kami memiliki tiga penyerang di lapangan. Ini tentang posisi bertahan yang lebih baik, bukan karena takut, tetapi berdasarkan analisis lawan," pungkasnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.