bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Sejumlah Wilayah Indonesia Catat Suhu di Atas 35 Derajat Celsius Akibat El Nino

Redaksi 12 Agustus 2026 9 views
Sejumlah Wilayah Indonesia Catat Suhu di Atas 35 Derajat Celsius Akibat El Nino
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, beberapa wilayah di Indonesia mengalami suhu maksimum di atas 35 derajat Celsius pada awal dasarian II Agustus 2026. Kondisi ini terjadi seiring meluasnya musim kemarau dan penguatan fenomena El Nino.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 10 Agustus pukul 07.00 WIB hingga 11 Agustus pukul 07.00 WIB menunjukkan bahwa Stasiun Meteorologi (Stamet) Tebelian mencatat suhu maksimum tertinggi mencapai 37,4 derajat Celsius. Posisi kedua ditempati oleh Stasiun Geofisika (Stageof) Lampung Utara dengan suhu maksimum 36 derajat Celsius. Sementara itu, Stamet Sultan Iskandar Muda dan Stamet Tanjung Harapan mencatat suhu maksimum yang sama, yaitu 35,8 derajat Celsius.

Menurut BMKG, perkembangan kondisi iklim hingga akhir Juli menunjukkan atmosfer yang semakin mendukung kondisi kering di Indonesia. Dua faktor utama yang berkontribusi terhadap berkurangnya pasokan hujan adalah El Nino yang kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang cenderung positif. Saat ini, 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Kondisi kering ini juga terlihat dari curah hujan pada Dasarian III Juli, di mana sekitar 76,3 persen wilayah mengalami sifat hujan di bawah normal.

BMKG memprediksi kondisi kering akan berlanjut pada awal Agustus, yang berpotensi meningkatkan kekeringan meteorologis dan risiko kebakaran hutan dan lahan. Anomali suhu muka laut di wilayah NiƱo 3.4 tercatat di atas +2 derajat Celsius, mengindikasikan El Nino dalam kategori kuat. Sementara itu, indeks IOD berada pada +0,63, yang menunjukkan pergerakan suplai uap air dari Indonesia bagian barat menuju pesisir timur Afrika. Kombinasi kedua fenomena ini diperkirakan membuat musim kemarau di Indonesia lebih kering dari kondisi normal.

Untuk Dasarian II Agustus, BMKG memperkirakan curah hujan kategori rendah atau kurang dari 50 milimeter per dasarian akan mendominasi sekitar 95,62 persen wilayah Indonesia. Hanya sekitar 4,38 persen wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah. Curah hujan rendah diprediksi terjadi di sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua. Meskipun demikian, BMKG menyatakan bahwa hujan lokal masih berpeluang turun akibat beberapa gangguan atmosfer.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.