bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Sesar Naik Flores Pernah Sebabkan Lima Gempa Besar, Renggut Ribuan Nyawa

Redaksi 15 Agustus 2026 8 views
Sesar Naik Flores Pernah Sebabkan Lima Gempa Besar, Renggut Ribuan Nyawa
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Sesar Naik Flores atau Flores Back-Arc Thrust diketahui pernah memicu setidaknya lima kali gempa kuat di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Beberapa di antaranya bahkan menimbulkan tsunami dan menyebabkan korban jiwa hingga ribuan orang.

Menurut Daryono, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), catatan gempa kuat dan tsunami di masa lalu mengindikasikan bahwa Sesar Naik Flores merupakan sumber gempa aktif yang perlu diwaspadai.

"Ke depan, potensi gempa di kawasan utara Bali hingga Nusa Tenggara yang bersumber dari Sesar Naik Flores tetap ada dan patut diwaspadai karena ini adalah ancaman gempa dan tsunami yang permanen," ujar Daryono dalam keterangannya pada Sabtu (15/8).

Gempa berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi diketahui dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Flores. Sesar ini merupakan patahan aktif di dasar laut yang membentang dari perairan utara Bali, Nusa Tenggara, hingga Wetar, dan terbentuk akibat tekanan tektonik dari tumbukan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia.

Daryono menjelaskan bahwa sesar naik busur belakang merupakan fenomena umum yang ditemukan di belakang zona subduksi lempeng.

Berikut adalah lima gempa kuat yang pernah tercatat berkaitan dengan aktivitas Sesar Naik Flores:

  1. Gempa Bali-Lombok 22 November 1815, M7,0: Gempa ini memicu tsunami di Bali utara dan Lombok.
  2. Gempa Bima 28 November 1836, M7,5: Gempa kuat mengguncang wilayah Bima.
  3. Gempa Bali-Lombok 13 Mei 1857, M7,0: Gempa ini juga dilaporkan memicu tsunami di Bali dan Lombok.
  4. Gempa Seririt 14 Juli 1976, M6,6: Gempa ini mengguncang Seririt, Bali, menyebabkan kerusakan 67.419 rumah dan menewaskan 559 orang di Bali.
  5. Gempa Flores 12 Desember 1992, M7,8: Gempa besar ini memicu tsunami dan menewaskan lebih dari 2.500 orang.

Keberadaan Sesar Naik Flores telah lama menjadi fokus perhatian para ahli kebumian. Daryono menyebutkan bahwa Warren B Hamilton, seorang pakar geologi dan tektonik Amerika Serikat, merupakan salah satu peneliti awal yang mengkaji kondisi tektonik Laut Flores. Dalam bukunya yang terbit pada 1979, Hamilton mengungkap keberadaan sesar di utara Sumbawa hingga Flores yang dikenal sebagai sesar busur belakang.

Penelitian dilanjutkan oleh Eli A Silver dari University of California Santa Cruz melalui ekspedisi bahari. Riset yang dipublikasikan pada 1986 menggambarkan struktur kerak Bumi dan jalur Sesar Naik Flores di dasar laut. Studi lain oleh Robert McCaffrey dan John L Nabelek pada 1987 serta penelitian oleh Masturyono pada 1994 dan Daryono pada 2000 kembali menunjukkan aktivitas gempa dan bidang sesar yang serupa dengan Sesar Naik Flores.

Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 yang diterbitkan Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN), beberapa segmen Sesar Naik Flores memiliki laju pergeseran yang relatif aktif. Segmen Bali memiliki laju pergeseran 6,9 milimeter per tahun dengan magnitudo maksimum 7,4, sementara Segmen Lombok-Sumbawa memiliki laju pergeseran 9,9 milimeter per tahun.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.