bytedaily
Selasa, 02 Juni 2026 - 00:42 WIB

Setahun Duka Pasca-Kecelakaan Air India, Pertanyaan Menggantung Nasib Korban

Redaksi 01 Juni 2026 1 views
Setahun Duka Pasca-Kecelakaan Air India, Pertanyaan Menggantung Nasib Korban
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Hampir setahun setelah kecelakaan pesawat Air India yang menewaskan saudaranya, Imtiyaz Ali masih merasakan kehadiran sang kakak, Javed, di rumah mereka di Mumbai. Perasaan kehilangan yang mendalam ini diungkapkannya dalam sebuah pertemuan di hotel, karena rumah keluarga tak lagi terasa sama pasca-tragedi tersebut.

Menurut laporan bbc.com, Imtiyaz menggambarkan perasaannya sebagai sesuatu yang 'bergeser secara permanen' dan tak dapat diperbaiki oleh rutinitas kehidupan biasa. Ibunya, Farida Bano, bahkan menyatakan bahwa mendiang putranya 'mengikutinya ke mana-mana, siang dan malam'.

Investigator diperkirakan akan merilis laporan akhir mengenai kecelakaan Penerbangan Air India AI171, rute Ahmedabad-London, yang jatuh kurang dari satu menit setelah lepas landas pada Juni tahun lalu. Dari 242 orang di dalamnya, hanya satu yang selamat.

Selama setahun terakhir, keluarga korban hidup dengan pertanyaan yang belum terjawab: apa yang terjadi di kokpit, mengapa pesawat kehilangan daya dorong, apakah bencana itu disebabkan oleh kesalahan manusia, kegagalan mekanis, atau faktor lain.

Imtiyaz sebelumnya sempat bertemu dengan jurnalis bbc.com di Ahmedabad, beberapa hari setelah kecelakaan, saat keluarga masih menunggu konfirmasi DNA untuk mengidentifikasi kerabat mereka. Saat itu, ia masih dalam fase penyangkalan, berharap saudaranya 'mungkin akan kembali'.

Setahun kemudian di Mumbai, ketidakpercayaan itu memudar, namun penantian akan kejelasan tetap ada. "Kebingungan ini, kekosongan ini menghantui kami," ujar Imtiyaz, menggambarkan ketiadaan penutupan atas apa yang telah terjadi.

Keluarga Ali, yang dibesarkan oleh nenek mereka di Mumbai sementara ibu mereka bekerja di Dubai, adalah contoh keluarga Mumbai yang dibentuk oleh migrasi dan pengorbanan. Ayah mereka meninggal di usia muda. Javed kemudian pindah ke Inggris dan menikah dengan Mariam, yang bekerja di Harrods, London. Mereka memiliki dua anak, Zayn dan Amani, yang lahir di sana.

Perjalanan ke India seharusnya menjadi momen istimewa, pertama kalinya pasangan itu membawa anak-anak mereka ke tanah air. Namun, tragedi merenggut mereka semua. Kehilangan keluarga Ali tidak berhenti di situ; ibu Mariam, yang tinggal bersama mereka di Inggris, juga meninggal tahun lalu. Meskipun ia telah lama sakit, Imtiyaz merasa dukanya atas kecelakaan itu mempercepat kepergian ibunya.

Tragedi ini juga memperdalam kekhawatiran Imtiyaz terhadap ibunya, yang memiliki ikatan kuat dengan Javed. Untuk melindungi ibunya yang memiliki riwayat penyakit jantung, berita kecelakaan disampaikan secara bertahap. Awalnya, mereka hanya memberitahu bahwa terjadi kecelakaan dan Mariam serta anak-anak terluka. Berjam-jam kemudian, mereka menyampaikan kondisi kritis Mariam, sementara sang ibu terus menanyakan keberadaan Javed dan anak-anaknya. Bahkan sebelum ada penjelasan gamblang, sang ibu telah merasakan ada sesuatu yang tidak beres.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.